Advertisement
Dua Bulan, PAD Wisata Gunungkidul Rp9,8 M
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Retribusi tiket wisata di Gunungkidul sudah menyentuh Rp9,8 miliar hingga akhir Februari 2026 dengan 784.156 kunjungan wisatawan.
Capaian tersebut disampaikan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, yang optimistis target pendapatan tahun ini dapat terlampaui.
Advertisement
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan total kunjungan wisatawan sampai akhir Februari mencapai 784.156 orang.
“Progresnya bagus. Untuk kunjungan wisata masih didominasi ke kawasan pantai seperti Drini, Sepanjang dan lainnya,” kata Nanang, Minggu (1/3/2026).
BACA JUGA
Tren Awal Puasa Turun, Lebaran Diprediksi Naik
Nanang mengakui terdapat sedikit penurunan kunjungan pada awal Puasa. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai pola tahunan yang kerap terjadi.
“Tren di setiap tahunnya memang seperti itu. Awal puasa sepi, tapi memasuki akhir hingga saat libur Lebaran ada peningkatan kunjungan wisata yang sangat signifikan,” kata mantan Kepala Bidang Tenaga Kerja ini.
Destinasi pantai seperti Pantai Drini dan Pantai Sepanjang masih menjadi magnet utama wisatawan.
Target Rp36,4 Miliar pada 2026
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nurcahyo, menegaskan target PAD sektor pariwisata tahun ini dipatok Rp36,4 miliar. Ia tidak ingin capaian kembali meleset seperti 2025, ketika realisasi hanya Rp30,4 miliar dari target Rp33,5 miliar.
“Kami tidak ingin target pendapatan tahun ini kembali meleset,” katanya.
Eko optimistis capaian awal tahun menjadi modal kuat untuk mengejar bahkan melampaui target. Menurutnya, peningkatan pendapatan bukan semata dipicu hadirnya destinasi baru seperti On The Rock di kawasan Pantai Drini atau penataan di Pantai Sepanjang.
Faktor lain yang berpengaruh adalah kebijakan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang melakukan rotasi dan mutasi petugas penarikan retribusi pada Januari lalu. Langkah tersebut diambil berdasarkan evaluasi pelaksanaan penarikan retribusi 2025.
“Ini juga bagian dari penyegaran. Sebab, ada yang benar-benar baru, tapi juga ada yang digeser untuk di TPR lain,” ungkap Eko.
Selain itu, pengawasan diperketat melalui inspeksi mendadak (sidak) di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) guna menekan potensi kebocoran.
“Capaian PAD Wisata akan terus kami optimalkan,” katanya.
Dengan realisasi hampir Rp10 miliar dalam dua bulan pertama, PAD wisata Gunungkidul 2026 dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, PBNU & Muhammadiyah Beri Imbauan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Buka Puasa Jogja Hari Ini 28 Februari 2026
- Satpol PP Bantul Sita 26 Botol Miras Oplosan di Dua Kapanewon
- Angin Kencang, Rumah Lansia di Paliyan Gunungkidul Rata dengan Tanah
- Safari Ramadan PKB DIY 2026, Sinergi dengan Kiai NU Persiapkan 2029
- Gebrak Pangan Murah, KDMP Sinduadi Gandeng KSP Nasari
Advertisement
Advertisement








