Advertisement

Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 26 Maret 2026 - 03:37 WIB
Jumali
Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Kabupaten Sleman pada libur Lebaran 2026 justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memastikan tren ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari durasi libur hingga perubahan pola mobilitas masyarakat.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, mengungkapkan data kunjungan di Kawasan Wisata Kaliurang dan Tebing Breksi Piroklastik selama periode Hari H hingga H+2 Idulfitri 1447 Hijriah menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Advertisement

Di kawasan Kaliurang, jumlah wisatawan pada libur Lebaran 2025 yang berlangsung 21 Maret hingga 9 April tercatat mencapai 8.442 orang. Namun, pada periode Lebaran 2026 (14–29 Maret), angka tersebut turun menjadi 6.289 pengunjung atau berkurang sekitar 25%.

Penurunan juga terjadi di Tebing Breksi. Pada 2025, destinasi ini mencatat 2.509 kunjungan, sedangkan pada 2026 turun menjadi 2.102 pengunjung.

Selain itu, perbedaan durasi libur sekolah turut menjadi faktor yang memengaruhi. Pada 2025, libur sekolah berlangsung selama 20 hari, sementara pada 2026 hanya 16 hari. Meski demikian, durasi cuti bersama Lebaran tetap sama, yakni 11 hari di kedua tahun.

“Data yang saya sampaikan ini masih sementara. Masih ada empat hari masa pencatatan, tetapi perhitungan kami jumlah kunjungan tidak akan menyamai tahun lalu,” kata Kus saat ditemui, Rabu (25/3/2026).

Menurut Kus, penurunan ini tidak hanya dipengaruhi durasi libur, tetapi juga kondisi ekonomi, aksesibilitas, serta perubahan pola mobilitas masyarakat seusai Lebaran. Ia menilai kemudahan akses transportasi menjadi faktor dominan yang menggeser arus wisatawan ke daerah lain.

Pembangunan infrastruktur seperti underpass dan jalan tol disebut memicu peralihan arus kunjungan hingga 50% ke luar wilayah Sleman. Kondisi ini membuat wisatawan cenderung memilih destinasi yang lebih mudah dijangkau.

“Ketika tol dibuka, masyarakat akan memilih jalur yang lebih cepat. Dampaknya bisa signifikan, bahkan sampai 50%,” ujarnya.

Selain akses, faktor kenyamanan juga turut memengaruhi preferensi wisatawan. Lokasi dengan udara lebih sejuk atau memiliki fasilitas rekreasi air kini lebih diminati dibanding destinasi konvensional.

Kus menambahkan, keberadaan event atau kegiatan wisata menjadi salah satu strategi untuk menahan laju penurunan kunjungan. Tanpa adanya kegiatan tambahan, penurunan jumlah wisatawan diperkirakan bisa lebih besar.

“Untung ada event. Kalau tidak, penurunannya bisa lebih dalam,” tandasnya.

Dengan sisa masa libur yang masih berlangsung, Dispar Sleman masih melakukan rekapitulasi data akhir. Namun, tren penurunan kunjungan diperkirakan tetap terjadi hingga akhir periode Lebaran tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Malaysia Siaga Gelombang Panas Ekstrem Hingga Juni 2026

Malaysia Siaga Gelombang Panas Ekstrem Hingga Juni 2026

News
| Rabu, 25 Maret 2026, 23:57 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement