Advertisement

Cuaca Ekstrem Mengintai Bantul, Warga Diminta Hindari Area Rawan

Newswire
Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:17 WIB
Maya Herawati
Cuaca Ekstrem Mengintai Bantul, Warga Diminta Hindari Area Rawan Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan, dengan risiko hujan lebat disertai angin kencang hingga puting beliung. Kondisi ini membuat warga di Bantul diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang bisa terjadi.

Imbauan tersebut disampaikan BPBD Bantul menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode akhir Maret 2026.

Advertisement

Koordinator Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengingatkan potensi dampak seperti angin kencang, petir, hingga puting beliung yang dapat memicu pohon tumbang maupun robohnya baliho.

"Waspadai kejadian dampak cuaca ekstrem, seperti angin kencang, bisa disertai petir, atau angin puting beliung, pohon tumbang, baliho tumbang dan sejenisnya," katanya di Bantul, Sabtu (28/3/2026).

Masyarakat diminta menjauhi area berisiko, termasuk pohon besar, papan reklame, serta bangunan yang tidak kokoh saat angin kencang terjadi.

Warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit juga diingatkan untuk siaga terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama jika hujan turun terus-menerus selama satu jam.

"Apabila di rumah demi keamanan listrik, maka cabut perangkat elektronik jika petir mulai mendekat dan segera matikan aliran listrik, jika air mulai masuk ke dalam rumah," katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Jogja BMKG, Feriomex Hutagalung, menyebut potensi cuaca ekstrem di DIY berlangsung pada 28 hingga 30 Maret 2026.

Fenomena ini dipicu oleh Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia sebelah barat Australia yang memicu pembentukan konvergensi dan shearline di sepanjang Pulau Jawa.

Kelembapan udara di lapisan 1,5 hingga 3 kilometer juga terpantau tinggi, berkisar 70 hingga 95 persen, serta diperkuat aktivitas gelombang equatorial rossby.

Kondisi tersebut berdampak pada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi serta tetap siaga menghadapi perubahan cuaca yang cepat.

"Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru," katanya.

Situasi ini menjadi peringatan bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, guna meminimalkan risiko saat cuaca ekstrem terjadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

PP Tunas Berlaku, Menkomdigi Ultimatum Instagram hingga YouTube

PP Tunas Berlaku, Menkomdigi Ultimatum Instagram hingga YouTube

News
| Sabtu, 28 Maret 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement