Advertisement

BBM Dinas Sleman Belum Dibatasi, WFH Juga Belum Diterapkan

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 02 April 2026 - 10:27 WIB
Jumali
BBM Dinas Sleman Belum Dibatasi, WFH Juga Belum Diterapkan Ilustrasi kendaraan dinas. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan belum ada kebijakan pembatasan BBM kendaraan dinas maupun penerapan work from home (WFH). Fokus utama saat ini tetap pada efisiensi penggunaan anggaran tanpa mengganggu pelayanan publik.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, menyatakan hingga saat ini belum ada aturan baru yang mengatur pembatasan konsumsi BBM di lingkungan pemerintah daerah.

Advertisement

“Sementara ini situasi masih aman. Kebijakan work from home juga tidak diterapkan,” kata Abu saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).

Pemkab Sleman menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak selalu berarti pengurangan penggunaan, melainkan ketepatan dan pengawasan dalam pemanfaatan sumber daya. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menilai pendekatan efisiensi harus dilakukan secara terukur.

Menurut Harda, kebijakan efisiensi tidak boleh dilakukan secara serampangan, terutama jika berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan langsung masih menjadi prioritas utama.

“Efisiensi itu bukan berarti pembatasan jumlah penggunaan harian, tetapi lebih pada pencermatan penggunaan barang,” ujar Harda.

Terkait kebijakan WFH, Pemkab Sleman juga belum berencana menerapkannya karena dinilai kurang optimal untuk pelayanan publik. Harda menegaskan bahwa sistem kerja dari kantor (work from office/WFO) masih menjadi pilihan paling efektif di wilayahnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terlebih dahulu mengkaji secara menyeluruh sebelum mengambil kebijakan baru, termasuk kemungkinan pengurangan kegiatan yang dinilai tidak prioritas.

“Kami akan pelajari lagi agenda kegiatannya. Kami tidak bisa secara serampangan melakukan kebijakan pengurangan,” katanya.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab Sleman lebih memilih pendekatan selektif dalam efisiensi, dengan tetap menjaga kualitas layanan publik agar tidak terganggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6

BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6

News
| Kamis, 02 April 2026, 13:07 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement