Advertisement
Kasus Keracunan MBG di Bantul, Dua Dapur Dihentikan Sementara
Ilustrasi Keracunan / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul membuat dua dapur penyedia layanan dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium. Meskipun seluruh siswa yang sempat mengalami gejala keracunan telah pulih.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul Hermawan Setiaji mengatakan sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk memastikan sumber penyebab keracunan.
Advertisement
“Kasus itu sudah beres. Tapi, kami belum bisa menduga menu apa yang menyebabkan siswa keracunan. Yang penting, makanan sudah kami ambil dan dibawa untuk uji laboratorium,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Insiden pertama terjadi pada Kamis (2/4/2026) di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, dengan pasokan makanan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seloharjo 2.
BACA JUGA
Hingga kini, operasional dapur tersebut masih dihentikan sementara menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa kedua terjadi pada Rabu (8/4) yang melibatkan 19 siswa dari SD Negeri Monggang.
“Sekolah itu menerima MBG dari SPPG Srihardono 1. Saat ini SPPG itu juga belum beroperasi. Nanti operasinya nunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN),” tutur Hermawan.
Kepala SPPG Srihardono 1, Septyanto, mengonfirmasi dapur yang dikelolanya masih ditutup sementara hingga hasil uji laboratorium keluar.
“Kita sedang tunggu hasil lab, saat ini dapur berhenti beroperasi dan belum tau sampai kapan,” ujarnya.
Sebagai langkah evaluasi, Pemkab Bantul berencana memperketat pengawasan distribusi makanan program MBG di tingkat kapanewon.
Skema pengawasan akan diperluas dengan melibatkan lebih banyak unsur di wilayah agar pemantauan berjalan lebih efektif dan tidak hanya bergantung pada satuan tugas terbatas.
“Nanti kalau kapanewon mau ngawasi jadi bisa serempak atau bareng. Kan selama ini kalau yang ngawasi Satgas tingkat kapanewon dan jumlahnya tidak banyak. Jadi, ke depan pengawasan bersama jajaran kapanewon,” jelasnya.
Ke depan, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk keputusan mengaktifkan kembali operasional dapur MBG di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Korban Dana Syariah Indonesia Bisa Mengadu ke LPSK, Ini Caranya
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Penataan Sungai Code Tahap II Dimulai, Pemkot Jogja Bangun 14 Rumah
- Kurang 24 Jam, 2 Pelaku Penganiayaan Babarsari Ditangkap, 2 Buron
- Dubes Inggris Apresiasi Muhammadiyah Soal Pendidikan Karakter
- PAD Tembus Rp1 Triliun, Pemkot Jogja Dipuji Hasto Kristiyanto
- BNNK Sleman Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape
Advertisement
Advertisement




