Advertisement
Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
Proses pembersihan material longsor di Pentingsari Umbulharjo Cangkringan, Selasa (14/4/2026) malam.ist - bpbdsleman
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Sleman pada Selasa (14/4/2026) sore memicu serangkaian bencana, mulai dari longsor hingga kerusakan infrastruktur di sejumlah kapanewon.
Berdasarkan laporan BPBD Sleman, kejadian terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Kepala BPBD Sleman, R. Haris Martapa, menyebutkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan cukup tersebar di berbagai wilayah.
Advertisement
Longsor dan Kerusakan Talud
Di Kapanewon Pakem, longsor terjadi pada talud lapangan di wilayah Cemoroharjo, Kalurahan Candibinangun. Sempat mengganggu akses jalan Pakisaji–Watugendong, jalur tersebut kini telah kembali normal. Namun, talud jalan di Randu, Hargobinangun ambrol dengan kedalaman sekitar dua meter dan panjang 2,5 meter, sehingga membahayakan pengguna jalan.
BACA JUGA
Selain itu, hujan deras juga menyebabkan kanopi berukuran 16 x 2 meter di TK ABA Blembem Lor roboh akibat terpaan angin kencang.
Di Kapanewon Cangkringan, talud jalan sepanjang 15 meter dengan tinggi 2,5 meter longsor hingga menutup akses menuju Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo. Warga bersama relawan melakukan pembersihan material secara gotong royong sejak Rabu pagi.
Potensi Bahaya Susulan
Kerusakan juga terjadi di wilayah Tempel, tepatnya di Kalurahan Banyurejo. Talud Sungai Pelem mengalami retakan sepanjang 20 meter dengan lebar satu meter dan tinggi tiga meter. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan dua pohon berukuran cukup besar yang berpotensi tumbang jika talud terus tergerus aliran air.
Sementara itu, di Kapanewon Turi, hujan berdurasi panjang menyebabkan pondasi serta pagar batako kandang milik kelompok ternak di Dusun Tunggularum, Kalurahan Wonokerto roboh.
Di wilayah Ngemplak, tanggul di kawasan Koplak, Umbulmartani ambrol ke sungai dan berpotensi mengganggu aliran air. Kondisi ini dikhawatirkan memicu luapan ke permukiman warga jika tidak segera ditangani.
Selain itu, banjir di Kali Boyong wilayah Lojajar, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, menyebabkan penumpukan sampah hingga menutup akses jalan serta jembatan penyeberangan warga.
Penanganan dan Imbauan
BPBD Sleman bersama warga dan pemerintah kalurahan telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari asesmen dampak, koordinasi lintas instansi, hingga pembersihan material longsor. Pemasangan terpal juga dilakukan di sejumlah titik rawan, seperti di kawasan Pentingsari.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, kondisi cuaca di wilayah DIY masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Data kejadian yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring perkembangan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





