Advertisement
Dana JPS Sleman Didominasi Pendidikan, Ribuan Terbantu
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Realisasi program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Sleman pada awal 2026 telah mencapai Rp4,5 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 2.619 pemohon, dengan sektor pendidikan kembali mendominasi penyerapan anggaran.
Data penyaluran menunjukkan bantuan pendidikan untuk pelajar menyerap Rp2,87 miliar bagi 2.189 penerima. Sementara itu, mahasiswa memperoleh Rp464 juta yang menjangkau 118 pemohon pada periode Februari hingga Maret 2026.
Advertisement
Dominasi sektor pendidikan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap biaya sekolah dan kuliah. Program JPS menjadi penopang penting bagi keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga mendapatkan alokasi. Realisasi bantuan kesehatan tercatat Rp173,2 juta untuk 52 pemohon, terutama untuk mendukung kebutuhan pengobatan masyarakat.
BACA JUGA
Di sektor sosial, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan. Bantuan sosial umum mencapai Rp871,17 juta untuk 202 pemohon, bantuan hukum sebesar Rp66 juta untuk 25 pemohon, serta bantuan orang terlantar dan pemakaman sebesar Rp51,15 juta bagi 33 penerima.
Total penyaluran tersebut sesuai dengan pagu anggaran tahap pertama sebesar Rp4,5 miliar yang telah dicairkan sepenuhnya.
Tren dominasi pendidikan ini bukan hal baru. Pada 2025, total penyerapan JPS Sleman mencapai Rp14,5 miliar dengan sebagian besar anggaran juga terserap di sektor pendidikan.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, menegaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama dalam program ini.
“Untuk pengajuan penanggulangan stunting belum ada,” kata Ari dihubungi, Kamis (16/4/2026).
Pada tahun sebelumnya, sektor pendidikan bahkan menyerap sekitar Rp8,2 miliar, terdiri dari Rp5,86 miliar untuk pelajar dan Rp2,33 miliar untuk mahasiswa. Angka ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah daerah juga tetap menjaga keseimbangan dengan menyalurkan bantuan di sektor lain. Program JPS tidak hanya menyasar pendidikan, tetapi juga kesehatan dan perlindungan sosial untuk menjaga ketahanan masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Dengan pola penyaluran yang relatif sama, Pemkab Sleman menargetkan bantuan JPS 2026 semakin tepat sasaran, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang menjadi kelompok paling membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- Museum Terbuka Bakalan Mulai Ramai, Sleman Siapkan Tiket Masuk
Advertisement
Advertisement









