Advertisement
Bukan Kebakaran, Damkar Kulonprogo Bantu Buka Tumbler
Petugas Damkar Kulonprogo bantu mahasiswa UNY buka tutup tumbler macet pada Selasa (28/4/2026) - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar) Wates kedatangan tamu tak biasa pada Selasa (28/4/2026). Seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kampus Wates bernama Fatin mendatangi petugas bukan untuk melaporkan kebakaran, melainkan meminta bantuan guna membuka tutup botol minum atau tumbler miliknya yang macet total.
Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto, menceritakan bahwa sebelum memutuskan datang ke kantor Damkar, Fatin sebenarnya telah melakukan berbagai upaya mandiri. Mahasiswa berusia 19 tahun tersebut sudah meminta bantuan teman-teman hingga petugas keamanan (satpam), namun tutup botol tersebut tetap tidak bergeming.
Advertisement
“Sudah minta tolong ke mana-mana tidak bisa, lalu diarahkan temannya ke Damkar. Sekitar pukul 11.00 WIB datang dan langsung kami bantu,” ungkap Chris. Meski sempat merasa sungkan dan malu saat pertama kali tiba di markas, Fatin tetap dilayani dengan sigap oleh para petugas yang berjaga.
Evakuasi Tutup Botol Selama 15 Menit
BACA JUGA
Proses penyelamatan botol minum ini rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Petugas membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menaklukkan tutup tumbler yang terkunci sangat kuat tersebut. Berbagai teknik manual sempat dicoba oleh petugas agar tidak merusak fisik botol.
Tim Damkar awalnya mencoba menggunakan media kain kanebo dan handuk untuk memperkuat cengkeraman, bahkan sempat menggunakan alat bantu kayu. Namun, karena tekanan di dalam botol yang terlalu kuat, upaya-upaya sederhana tersebut menemui jalan buntu.
“Akhirnya kami gunakan kunci pipa, baru tutup tumbler bisa dilepas,” jelas Chris mengenai langkah terakhir yang berhasil membuahkan hasil.
Penyebab Tutup Tumbler Terkunci Kuat
Kesulitan membuka botol tersebut diketahui sudah dialami Fatin sejak pagi hari. Berdasarkan analisis petugas, insiden ini diduga terjadi karena tutup botol diputar terlalu kencang saat menutupnya, sehingga menciptakan tekanan udara atau gesekan yang membuatnya sulit dilepas secara manual.
Meskipun harus menggunakan kunci pipa yang identik dengan peralatan berat, petugas melakukan proses pembukaan dengan sangat hati-hati. Hasilnya, tumbler kesayangan mahasiswa tersebut berhasil dibuka tanpa mengalami kerusakan sedikit pun pada bagian bodi maupun tutupnya.
“Tumbler-nya tetap aman dan masih bisa digunakan,” tegas Chris.
Layanan Non-Kebakaran untuk Masyarakat
Kejadian unik ini menambah daftar panjang aksi penyelamatan non-kebakaran yang dilakukan oleh petugas Damkar Kulonprogo. Selain menangani api, petugas pemadam kebakaran memang memiliki spesialisasi dalam berbagai penanganan darurat lainnya, mulai dari evakuasi sarang tawon, pelepasan cincin yang kekecilan, hingga membantu warga dalam situasi tak terduga seperti yang dialami Fatin.
Layanan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Damkar selalu terbuka bagi masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, sekecil apa pun skalanya. Kesigapan petugas dalam menangani hal-hal "remeh" namun mendesak ini diapresiasi sebagai bentuk pelayanan publik yang humanis di wilayah Kulonprogo seusai insiden unik tersebut tuntas ditangani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








