Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Proses pemantauan terhadap rekahan tanah di sekitar lokasi sinkhole yang terjadi di salah satu lahan di Banagung di Kalurahan Tileng, Girisubo. Foto diambil 30 April 2026/Foto istimewa Tagana di Kapanewon Girisubo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat di Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul dilingkupi rasa waswas akibat fenomena tanah ambles atau sinkhole di area pertanian setempat. Lubang raksasa tersebut dilaporkan terus meluas hingga mengganggu aktivitas produktif warga di ladang.
Anggota Tagana setempat, Ngatijan, menjelaskan lubang pertama kali muncul pada 4 Maret 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Saat itu, diameter lubang hanya sekitar dua meter dengan kedalaman dua meter.
Namun, kondisi berubah signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Diameter lubang kini mencapai sekitar 10 meter dengan kedalaman hingga empat meter.
“Warga was-was untuk beraktivitas di sekitar lokasi sinkhole,” katanya, Minggu (3/5/2026).
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena di sekitar lubang mulai muncul retakan tanah yang berpotensi memperluas area amblesan. Lokasi sinkhole juga tidak jauh dari balai kalurahan, meski titik utama berada di lahan pertanian milik warga.
“Lokasinya tidak jauh dari balai kalurahan karena masih satu kawasan, meski berada di lahan pertanian,” ungkapnya.
Ngatijan mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar lokasi. Ia menilai potensi perluasan masih sangat mungkin terjadi, terutama jika hujan kembali turun.
“Kerusakan masih bisa bertambah lebar kalau masih terkena air hujan. Temuan ini juga sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidul,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, membenarkan adanya laporan terkait sinkhole yang terus membesar di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa fenomena tanah ambles sebenarnya kerap terjadi di kawasan karst seperti di Gunungkidul, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di dekat lubang sinkhole,” katanya.
Terkait penanganan, Edy menegaskan bahwa diperlukan kajian mendalam sebelum mengambil langkah teknis. Penanganan tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus melibatkan ahli dari perguruan tinggi.
“Butuh riset atau penelitian terlebih dahulu untuk menentukan tindakan yang tepat dalam penanganannya,” jelasnya. Dengan kondisi yang terus berkembang, pemantauan di lokasi akan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan aktivitas warga di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest