Pilur Bantul 2026 Diikuti 87 Calon, 304.045 Pemilih Akan Mencoblos 4 Oktober
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Lokasi TPR baru di kawasan Parangtritis, Senin (13/4/2026). Harian Jogja/Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Kebijakan pembebasan retribusi bagi wisatawan yang melintas menuju kawasan Gunungkidul melalui Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis justru memunculkan persoalan baru di lapangan. Sejumlah petugas mengaku menerima ucapan bernada sindiran hingga merendahkan dari pengunjung.
Sejak awal April 2026, kendaraan yang menuju destinasi di Gunungkidul seperti Obelix tidak lagi dikenai retribusi saat melintas di TPR Pantai Parangtritis. Namun, kondisi ini diikuti dengan perubahan sikap sebagian wisatawan terhadap petugas.
Salah satu petugas, Awal, mengungkapkan ada sopir yang menyampaikan kalimat bernada menyindir saat melintas.
"Cukup bilang kepada petugas ingin berwisata ke Gunungkidul pasti tidak akan ditarik retribusi. Ada sopir yang membawa wisatawan ke Obelix bilang 'saiki meh ditarik pira? Aku meh nyang Obelix' (sekarang mau ditarik retribusi berapa? Saya antar wisatawan ke Obelix) dengan gestur tubuh yang tampak menyindir petugas TPR," ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, petugas hanya bisa menahan diri meski perlakuan tersebut terasa menyakitkan.
"Ya kita diam saja, mau gimana lagi namun ucapan dengan gestur tubuh tampak menghina bikin sakit hati," tambahnya.
Tidak hanya itu, komentar serupa juga datang dari pengendara sepeda motor. Awal menyebut ada wisatawan yang menyebut petugas “rakus” dalam menarik retribusi, meskipun pada kenyataannya tidak ada pungutan bagi yang menuju Gunungkidul.
"Kok ya kita petugas dibilang rakus karena asal narik retribusi. Padahal kita tidak tarik retribusi, itu kan bikin sakit hati dibilang kita rakus," tandasnya.
Kejujuran Wisatawan Jadi Sorotan
Petugas lain, Galang, menegaskan pihaknya tetap memiliki cara untuk memantau kejujuran wisatawan yang melintas. Hal ini menyusul adanya kemungkinan pengunjung yang mengaku menuju Gunungkidul, tetapi justru berwisata di Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul.
"Ya tidak perlu saya omongkan bagaimana kita tahu wisatawan itu jujur atau tidak. Katanya mau ke Gunungkidul namun nyatanya ke Pantai Parangtritis. Saya juga siap untuk memviralkan wisatawan yang tidak jujur itu," katanya.
Ia menambahkan, sikap wisatawan akan berpengaruh pada perlakuan petugas di lapangan.
"Yang jelas jika wisatawan jujur dan santun kami juga akan segan," imbuhnya.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengaku telah menerima laporan terkait perlakuan kurang menyenangkan tersebut. Meski demikian, petugas diminta tetap bersikap profesional.
"Saya kira petugas di lapangan sudah sering menghadapi wisatawan yang punya perilaku bermacam-macam," katanya.
Ke depan, pemerintah berharap persoalan serupa dapat berkurang dengan adanya jalur alternatif menuju Gunungkidul. Rencana pembukaan akses Kelok 23 dinilai akan mengurangi alasan wisatawan untuk menghindari retribusi melalui TPR Pantai Parangtritis.
"Ya kita tunggu Kelok 23 dibuka kan tidak ada alasan lagi wisatawan tidak mau bayar di TPR Pantai Parangtritis dengan alasan ke objek wisata di Gunungkidul karena sudah ada jalan yang menuju objek wisata di Gunungkidul tanpa melalui TPR Parangtritis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Satyawan Pudyatmoko tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu pelantikan pejabat dan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional.
Pemkab Magelang menanggung biaya pengobatan korban dugaan keracunan es buah. Sebanyak 167 warga dilaporkan telah masuk rumah sakit.
Ubi jalar Bima Pasru di Seyegan, Sleman, mencatat produktivitas 27,8 ton per hektare berdasarkan hasil pengubinan DP3.
Sebanyak 29 Kopdes Merah Putih di Kota Probolinggo mencatat transaksi Rp5,32 miliar sepanjang 2026, didominasi penjualan beras SPHP.
IMCF 2026 di ISI Jogja melibatkan 20 komponis dari lima negara dengan tema Vestigium Sonorum dan kecerdasan artistik.