17 SMP Negeri Kulonprogo Belum Penuhi Kuota Siswa Baru
SPMB SMPN Kulonprogo 2026 masih menyisakan 593 kursi kosong di 17 sekolah menjelang penutupan jalur domisili wilayah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kondisi hubungan industrial di Kulonprogo dinilai tetap kondusif di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Kulonprogo mencatat minimnya sengketa antara pekerja dan pemberi kerja, bahkan untuk kasus-kasus krusial.
Kepala Disnaker Kulonprogo, Bambang Sutrisna, mengungkapkan dari total 169 perusahaan yang beroperasi—mulai dari skala besar hingga mikro—konflik ketenagakerjaan yang muncul relatif kecil dan masih dapat diselesaikan secara baik.
“Hubungan industrial di Kulonprogo cukup harmonis. Persoalan besar hampir tidak ada, ini menjadi modal penting untuk mendorong investasi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Iklim Investasi Dijaga Tetap Kondusif
Menurut Bambang, stabilitas hubungan kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor. Dengan minimnya konflik, produktivitas tenaga kerja juga dinilai lebih optimal.
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terkait upah minimum kabupaten (UMK) kepada seluruh perusahaan. Namun, untuk sektor usaha mikro, sistem pengupahan masih mengacu pada kesepakatan antara pekerja dan pemberi kerja.
“Kesepakatan bersama menjadi dasar utama, khususnya untuk sektor tertentu yang tidak sepenuhnya mengacu pada UMK,” jelasnya.
Peran Pekerja Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era modern.
Menurutnya, pekerja merupakan elemen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis harus terus dijaga melalui komunikasi terbuka dan sinergi lintas sektor.
“Kolaborasi tidak bisa ditawar. Kesejahteraan pekerja harus tetap menjadi prioritas di tengah perkembangan teknologi dan industri,” katanya.
Program Pelatihan dan Adaptasi Industri
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo juga terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan. Langkah ini dilakukan agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri yang semakin dinamis.
Selain itu, pengusaha diimbau untuk tetap memperhatikan hak-hak pekerja, termasuk dalam hal pengupahan dan perlindungan kerja. Di sisi lain, pekerja juga didorong meningkatkan profesionalisme serta etos kerja.
Harapan Ekonomi Berkelanjutan
Dengan hubungan industrial yang stabil, Pemkab Kulonprogo optimistis mampu menciptakan iklim kerja yang adil dan berkelanjutan. Sinergi antara semua pihak diharapkan terus terjaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMPN Kulonprogo 2026 masih menyisakan 593 kursi kosong di 17 sekolah menjelang penutupan jalur domisili wilayah.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
PT KAI Daop 6 Jogja mengevakuasi seorang bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84B relasi Jogja–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi.
Prediksi Prancis vs Paraguay di 16 besar Piala Dunia 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan prediksi skor.
BPBD Cilacap salurkan 117.000 liter air bersih ke 8 desa terdampak kekeringan. Ribuan warga kesulitan air selama kemarau.