DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Gambar ilustrasi jabatan Lurah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul meminta panitia pemilihan lurah (Pilur) serentak di 31 kalurahan memastikan seluruh logistik pemungutan suara telah siap paling lambat dua hari sebelum pencoblosan.
Pilur serentak Gunungkidul dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026). Saat ini, tahapan pemilihan telah memasuki masa tenang selama tiga hari hingga Jumat (25/9/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan seluruh tahapan Pilur sejauh ini berjalan lancar. Masa kampanye juga berlangsung relatif landai tanpa persoalan berarti.
“Masih aman dan landai. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” kata Rakhmadian, Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, masa tenang menjadi momentum penting bagi panitia untuk memastikan kesiapan logistik pemilihan. Panitia di masing-masing kalurahan diminta segera menuntaskan berbagai kebutuhan, terutama surat suara, agar tidak terjadi kekurangan saat pemungutan suara.
“Sebenarnya tidak hanya surat suara, tapi logistik pendukung lain juga harus dipersiapkan. Kami berharap H-2 coblosan semua logistik sudah siap,” ujarnya.
Rakhmadian menjelaskan Pemkab Gunungkidul tidak terlibat langsung dalam pengadaan logistik Pilur. Pengadaan seluruh kebutuhan pemilihan dilakukan oleh panitia di masing-masing kalurahan.
Adapun dukungan dari Pemkab Gunungkidul diberikan melalui alokasi anggaran dalam program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada kalurahan untuk penyelenggaraan pemilihan lurah.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Pemkab Gunungkidul akan melakukan monitoring ke sejumlah kalurahan pada Kamis (24/9/2026), bertepatan dengan H-2 pemilihan.
“Rencananya besok [Kamis 24/9/2026] bertepatan dengan H-2 pemilihan, kami akan lakukan monitoring ke kalurahan untuk memastikan logistik sudah siap semuanya,” kata Rakhmadian, yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Ngawu, Playen, Miyardi, memastikan kebutuhan logistik di wilayahnya tidak mengalami kendala. Surat suara juga telah selesai dicetak dan seluruh kebutuhan pemilihan mulai dikemas ke dalam kotak suara.
“Logistik tidak ada masalah dan kami sudah mengemas dalam kotak suara. Sesuai rencana akan dikirim ke TPS pada 25 September siang,” kata Miyardi.
Selain menyiapkan logistik, panitia Pilur Ngawu juga masih melakukan penyisiran data pemilih. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang memenuhi syarat tetapi belum terdaftar sehingga kehilangan kesempatan menggunakan hak pilihnya.
Miyardi mengatakan warga yang telah memenuhi persyaratan tetapi belum tercatat dalam daftar pemilih dapat dimasukkan ke dalam daftar pemilih tambahan.
“Kalau ada warga telah memenuhi syarat tapi belum terdaftar sebagai calon pemilih, maka akan dimasukan ke dalam daftar pemilih tambahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.