MBG Prasmanan Diuji Coba di 2 Sekolah DIY, Sisa Makanan Capai 3,3 Kg

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 06 Oktober 2026 13:17 WIB
MBG Prasmanan Diuji Coba di 2 Sekolah DIY, Sisa Makanan Capai 3,3 Kg

Uji coba MBG prasmanan di SD Muhammadiyah Bantar. (istimewa)

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan metode prasmanan di dua sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Uji coba tersebut melibatkan 106 siswa sebagai penerima manfaat.

Dua lokasi yang menjadi bagian dari pilot project tersebut yakni SDN Soprayan yang mendapat layanan dari SPPG Sleman Turi Bangunkerto 2 serta SD Muhammadiyah Bantar yang dilayani SPPG Polda DIY.

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan pilot project MBG prasmanan dilaksanakan pada 5-16 Oktober 2026 sesuai jadwal yang ditetapkan BGN pusat.

Menurut Gagat, uji coba tersebut merupakan inisiatif Kedeputian Sistem dan Tata Kelola BGN yang disampaikan melalui nota dinas kepada jajaran BGN di daerah.

“Dalam pelaksanaannya, titik SPPG dan satuan pendidikan yang menjadi lokasi pilot project telah ditentukan sesuai dengan arahan dan ketetapan dalam pelaksanaan pilot project tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

106 Siswa Ikuti Uji Coba

Gagat menjelaskan sebanyak 106 penerima manfaat mengikuti uji coba MBG prasmanan di dua sekolah tersebut.

Rinciannya, 59 siswa kelas 4-6 SDN Soprayan dan 47 siswa kelas 5-6 SD Muhammadiyah Bantar.

Berbeda dengan pola distribusi makanan yang sudah dikemas sebelumnya, dalam model prasmanan makanan yang telah dimasak di SPPG dibawa ke sekolah tanpa dikemas secara individual.

Meski demikian, SPPG tetap menyiapkan food tray atau wadah makanan yang telah disterilkan untuk digunakan para penerima manfaat.

“Betul sekali. Namun ketika sudah di sekolah SPPG tetap menyediakan food tray yang sudah steril untuk digunakan penerima manfaat,” kata Gagat.

Model tersebut masih dalam tahap pengujian. BGN tidak hanya melihat proses pelayanan, tetapi juga mengevaluasi keamanan pangan, higiene, kenyamanan, kepuasan penerima manfaat, serta sisa makanan.

Kepuasan Siswa dan Guru Capai Skor 5/5

Dari hasil awal uji coba, BGN menyebut aspek keamanan dan higiene di dua lokasi menunjukkan hasil yang layak berdasarkan uji organoleptik.

Tingkat kepatuhan siswa dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) juga tercatat mencapai 99%.

Sementara itu, tingkat kepuasan siswa dan guru di kedua lokasi mencapai skor 5 dari 5 berdasarkan penilaian yang dilakukan selama pilot project.

Dari sisi sisa makanan, total yang tercatat dari dua sekolah mencapai 3,3 kilogram. Sebanyak 1,6 kilogram berasal dari SDN Soprayan, sedangkan 1,7 kilogram tercatat di SD Muhammadiyah Bantar.

Gagat mengatakan data tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi BGN untuk mengetahui pola konsumsi dan preferensi penerima manfaat terhadap menu yang disajikan.

“Data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat pola konsumsi serta preferensi penerima manfaat terhadap menu yang disajikan,” ujarnya.

Hasil pilot project tersebut selanjutnya akan digunakan BGN untuk mengevaluasi dan menyempurnakan model MBG prasmanan. Evaluasi mencakup alur pelayanan, higiene, kenyamanan penerima manfaat, kepuasan, hingga pengendalian sisa makanan.

BGN berharap pengembangan model layanan tersebut dapat dilakukan berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan sehingga penerapan MBG ke depan semakin aman, berkualitas, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online