DPRD Jogja Minta Event Wisata Digelar Rutin, Bukan Hanya di Destinasi Populer

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Sabtu, 10 Oktober 2026 22:47 WIB
DPRD Jogja Minta Event Wisata Digelar Rutin, Bukan Hanya di Destinasi Populer

Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyat Nujanat/ Dok

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja didorong memperbanyak kegiatan wisata di berbagai kawasan agar wisatawan tidak hanya mengunjungi destinasi populer, tetapi juga tertarik mengeksplorasi wilayah lain dan tinggal lebih lama di Kota Yogyakarta.

Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyat Nujanat, menilai promosi pariwisata perlu diperkuat melalui alokasi anggaran dan kolaborasi dengan pelaku usaha serta pemangku kepentingan pariwisata. Menurutnya, promosi diperlukan untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau mau meraih pasar, pemerintah juga harus berani mengeluarkan modal. Pengusaha hotel saja mengeluarkan uang untuk promosi agar hotelnya laku. Pemerintah juga perlu melakukan kegiatan promosi, seperti pameran dengan melibatkan banyak stakeholder pariwisata di Kota Jogja,” katanya, Sabtu (10/10/2026).

Selain promosi, Sinarbiyat mendorong penyelenggaraan event yang lebih beragam dan rutin di berbagai destinasi. Agenda besar seperti Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), menurutnya, perlu dilengkapi kegiatan berskala lebih kecil yang digelar secara berkala.

Sejumlah kawasan yang dinilai berpotensi dikembangkan melalui kegiatan tersebut antara lain Malioboro, Tugu, Kotabaru, dan Embung Giwangan. Event di berbagai lokasi diharapkan dapat memperluas pilihan aktivitas wisatawan selama berada di Kota Jogja.

“Jogja ini harus teropinikan di seluruh wilayah Nusantara dan mancanegara sebagai kota yang tidak pernah berhenti menggelar event. Meskipun kecil, event tersebut tetap harus memiliki kualitas yang menarik wisatawan,” ujarnya.

Kampung Wisata Perlu Lebih Aktif

Sinarbiyat juga meminta Pemkot Jogja mempercepat pengembangan kampung wisata dan kampung budaya. Menurutnya, kawasan tersebut perlu memiliki aktivitas dan daya tarik yang membuat wisatawan tertarik berkunjung, bukan sekadar menjadi destinasi yang tercatat dalam promosi pariwisata.

Pengembangan destinasi yang lebih beragam dinilai penting agar perjalanan wisata tidak hanya terpusat di sejumlah lokasi populer, seperti Keraton, Malioboro, dan Kotagede. Dengan pilihan kegiatan yang lebih luas, wisatawan diharapkan memiliki alasan untuk menjelajahi kawasan lain di Kota Jogja.

Ia juga menyoroti kemudahan akses transportasi sebagai tantangan yang perlu diantisipasi. Menurutnya, mobilitas yang semakin mudah harus diimbangi dengan pengalaman wisata yang menarik agar pengunjung tidak sekadar singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain.

“Bagaimana caranya kita bisa menahan mereka untuk tetap berhenti di Kota Jogja. Ide dan gagasan kreatif ini harus terus ditumbuhkembangkan oleh pemerintah,” katanya.

Dorongan tersebut menempatkan pengembangan event, promosi, serta kampung wisata sebagai bagian dari upaya memperluas aktivitas pariwisata di Kota Jogja. Namun, efektivitasnya dalam memperpanjang lama tinggal wisatawan tetap perlu diukur melalui data kunjungan, durasi menginap, dan dampak kegiatan terhadap pelaku usaha lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online