Debit Sumber Air Menyusut, Droping Air Gunungkidul Melambat

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 14 Oktober 2026 18:47 WIB
Debit Sumber Air Menyusut, Droping Air Gunungkidul Melambat

Foto ilustrasi kekeringan. - Magnific

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menyusutnya debit sumber air akibat kemarau panjang membuat distribusi bantuan air bersih di Gunungkidul, DIY, membutuhkan waktu lebih lama. Jika pada awal musim kemarau satu mobil tangki bisa melakukan hingga delapan kali penyaluran dalam sehari, kini jumlahnya maksimal hanya enam kali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, mengatakan penyusutan debit air membuat antrean kendaraan di lokasi pengambilan semakin panjang. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap waktu pendistribusian bantuan kepada masyarakat.

“Debit air yang diambil untuk droping sudah mengecil sehingga antreannya lebih lama,” kata Purwono, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, penyusutan debit air salah satunya terlihat di sumber air di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari. Berkurangnya debit membuat proses pengisian tangki membutuhkan waktu lebih lama sehingga jumlah perjalanan untuk menyalurkan air dalam sehari ikut berkurang.

“Saat awal-awal, dalam sehari satu tangki bisa menyalurkan sebanyak delapan kali. Tapi, untuk sekarang maksimal hanya enam kali dalam sehari,” katanya.

Penyaluran Air Bisa Berlangsung hingga Malam

Purwono menjelaskan, antrean yang lebih panjang di lokasi pengambilan air membuat petugas harus bekerja lebih lama. Saat ini, proses penyaluran bantuan air bersih bahkan bisa berlangsung hingga pukul 19.00 WIB.

“Pulangnya sudah larut karena antreannya di lokasi pembambilan air lebih lama. Kalau sudah malam, lokasi penyaluran juga tidak bisa jauh-jauh agar pulangnya tidak terlalu malam,” katanya.

Mantan Panewu Purwosari itu menegaskan penyaluran bantuan air bersih tetap berlangsung untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau.

Hingga Rabu (14/10/2026), BPBD Gunungkidul telah menyalurkan 800 tangki air bersih menggunakan anggaran yang dialokasikan melalui APBD 2026.

Selain anggaran APBD, pemerintah kabupaten juga menambah alokasi bantuan melalui Belanja Tak Terduga (BTT) sebanyak 5.100 tangki. Dari alokasi tersebut, sebanyak 1.021 tangki telah disalurkan ke 17 kapanewon di Gunungkidul.

BPBD Libatkan Pihak Swasta untuk Distribusi Air

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Bantuan juga disalurkan secara mandiri oleh pihak kapanewon serta melalui donasi pihak ketiga.

“ Ada juga donasi dari pihak ketiga, yang saat ini sudah tersalurkan sebanyak 915 tangki,” katanya.

Edy memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan dengan dukungan tambahan anggaran BTT dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Dalam pelaksanaannya, BPBD turut melibatkan pihak swasta karena jumlah armada tangki yang dimiliki pemerintah terbatas.

“Kita hanya punya enam mobil tangki sehingga tidak mampu untuk menjangkau di seluruh wilayah di Gunungkidul. Makanya, didalam penyaluran yang menggunakan anggaran BTT, pihak ketiga dilibatkan agar bisa menjangkau di seluruh wilayah,” katanya.

Keterlibatan pihak ketiga diharapkan membantu memperluas jangkauan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Langkah tersebut juga diperlukan agar penyaluran bantuan tetap berjalan di tengah menyusutnya debit sumber air dan meningkatnya waktu antrean di lokasi pengambilan.

Catatan Editor

Sudut berita: Dampak penyusutan debit sumber air terhadap kecepatan distribusi bantuan air bersih di Gunungkidul.

Fakta utama: Kapasitas penyaluran satu tangki turun dari maksimal delapan menjadi enam kali sehari. BPBD memiliki enam mobil tangki dan melibatkan pihak swasta untuk memperluas jangkauan distribusi.

Angka yang dipertahankan: 800 tangki dari APBD 2026, alokasi tambahan BTT sebanyak 5.100 tangki, realisasi BTT sebanyak 1.021 tangki, dan donasi pihak ketiga sebanyak 915 tangki.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online