Dian Sastro Ungkap Sosok Perempuan di Balik Karakter Kinan di Film Laut Bercerita
Dian Sastrowardoyo mendalami karakter Kinan di Laut Bercerita melalui riset sosok aktivis perempuan era 1990-an dan kisah perjuangan keadilan.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyerahkan apresiasi penghargaan kepada anggota Karangtaruna terbaik. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan Karang Taruna agar tidak hanya berorientasi pada banyaknya kegiatan, tetapi juga dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Sultan dalam Awarding Night Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026, Jumat (23/10/2026) di Pendopo Ambarrukmo.
Sultan menilai perjalanan Karang Taruna selama 66 tahun menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana organisasi kepemudaan tersebut mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menentukan masa depannya sendiri.
Menurut Sultan, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan maupun peserta yang hadir. Kedua hal itu merupakan keluaran atau output, sedangkan ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah perubahan nyata dalam kehidupan warga.
Untuk memastikan inovasi sosial benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, Sultan mengajukan tiga pertanyaan mendasar. "Apakah persoalan warga benar-benar berkurang? Apakah warga terlibat menentukan dan menjalankan solusinya? Apakah manfaatnya bertahan setelah dukungan awal berakhir?" ujar Sultan dalam sambutannya.
Tiga pertanyaan tersebut sejalan dengan tema BBNKT 2026, yakni "Bersatu, Bergerak, Berdampak". Sultan menjelaskan, bersatu berarti membangun kepercayaan di tengah perbedaan, bergerak berarti membagi tanggung jawab dan menuntaskannya, sedangkan berdampak berarti bersedia dinilai berdasarkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menghubungkan sambung-rasa dengan sambung-karya. Masyarakat perlu didengarkan agar persoalannya dipahami, kemudian ditindaklanjuti melalui kerja bersama yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan.
Sultan menilai kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan Karang Taruna. Berada di tengah warga membuat organisasi ini memiliki kesempatan mengenali karakteristik wilayah dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Informasi dari lapangan tersebut dapat menjadi modal untuk merancang program yang sesuai kebutuhan. Pemuda yang belum bekerja, misalnya, memerlukan penyesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja. Sementara itu, keluarga prasejahtera membutuhkan akses usaha dan pendampingan yang intensif.
"Diagnosis yang tepat mengubah pertolongan menjadi pemberdayaan," tegas Sultan.
Sultan turut menyoroti Pekan Inovasi Sosial yang mengangkat isu lingkungan hidup, pertanian, dan ketahanan pangan. Menurutnya, ketiga sektor tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air dan tanah hingga pangan serta penghidupan yang layak.
Salah satu contoh yang disampaikan Sultan adalah inovasi Karang Taruna Dipo Ratna Muda di Kalurahan Guwosari, Kabupaten Bantul. Kelompok tersebut mengelola potensi mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung irigasi lahan pertanian produktif.
Kawasan penyangga mata air itu juga dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi pertanian yang mandiri. "Satu intervensi berhasil menjawab tiga persoalan sekaligus: kekeringan, produktivitas lahan, dan penciptaan lapangan kerja," puji Sultan.
Ia menegaskan, inovasi sosial perlu berangkat dari kebutuhan nyata, dikelola secara bertanggung jawab, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Tiga Syarat agar Inovasi Berkelanjutan
Sultan menyebut tiga syarat tata kelola yang perlu diperhatikan agar praktik baik dapat diterapkan di wilayah lain. Pertama, partisipasi aktif masyarakat sejak perumusan masalah hingga evaluasi hasil. Keterlibatan tersebut juga harus membuka ruang kepemimpinan bagi perempuan serta kesempatan berkontribusi bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Kedua, penggunaan teknologi tepat guna yang sesuai kebutuhan, terjangkau, dan mudah dikelola masyarakat. Ketiga, dokumentasi dan replikasi praktik baik. Pengalaman yang berhasil perlu dicatat agar dapat dipelajari daerah lain. Sebaliknya, pengalaman yang belum berhasil juga perlu dibicarakan secara terbuka sebagai bahan pembelajaran bersama.
Sultan menambahkan, upaya memperluas dampak inovasi membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya. Dukungan itu mencakup pendampingan, akses pengetahuan, penguatan manajemen, dan kemitraan jangka panjang.
Ia berharap penghargaan dalam BBNKT 2026 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pintu untuk memperluas manfaat dan menjadikan keberhasilan suatu desa sebagai bahan pembelajaran bagi desa lainnya.
Ketua Umum Karang Taruna, Budi Satrio Djiwandono, mengapresiasi Pemerintah Daerah DIY dan pengurus Karang Taruna DIY atas fasilitasi penyelenggaraan Bulan Bakti Karang Taruna tingkat nasional di wilayah Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus dan anggota Karang Taruna dari berbagai provinsi di Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan jejaring sosial antarpemuda.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pemda DIY dan pengurus Karang Taruna DIY yang telah memfasilitasi dan menyambut Bulan Bakti Karang Taruna ini dengan sangat luar biasa. Kolaborasi harmonis ini membuktikan bahwa peran strategis pemuda mendapat dukungan penuh dari pemerintah," ujar Budi.
Budi juga memberikan apresiasi kepada anggota Karang Taruna yang mendedikasikan diri melalui aksi sosial di tengah masyarakat. Ia menyoroti keterlibatan pemuda dalam pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas sebagai salah satu bentuk inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan.
"Penghargaan yang diberikan kepada rekan-rekan sekalian bukan sekadar bentuk seremoni, melainkan pengakuan atas ketulusan bakti sosial yang telah dikerjakan, termasuk inovasi luar biasa dalam pengelolaan sampah di tengah masyarakat. Ini adalah bukti bahwa Karang Taruna hadir sebagai solusi atas persoalan riil di lapangan," tambahnya.
Melalui BBNKT 2026, Budi berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kreativitas pemuda terus terpelihara serta diterapkan di daerah masing-masing.
Ketua Karang Taruna DIY, GKR Hayu, mengatakan pengurus Karang Taruna DIY bertindak sebagai panitia pelaksana BBNKT 2026. Berbagai agenda disiapkan untuk mempertemukan anggota Karang Taruna dari berbagai daerah, memperkenalkan praktik baik pemberdayaan masyarakat, serta membuka ruang kolaborasi antara pemuda, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
"Bulan Bakti Nasional Karang Taruna merupakan momentum untuk meneguhkan semangat pengabdian, kesetiakawanan sosial, dan partisipasi aktif generasi muda dalam menjawab persoalan masyarakat. Melalui kegiatan pengembangan kapasitas, apresiasi prestasi, kreativitas, dan aksi kemanusiaan, BBNKT mendorong Karang Taruna untuk terus hadir serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dian Sastrowardoyo mendalami karakter Kinan di Laut Bercerita melalui riset sosok aktivis perempuan era 1990-an dan kisah perjuangan keadilan.
Dino Patti Djalal mengingatkan risiko krisis kepercayaan investor di tengah konsultasi MSCI terkait status pasar modal Indonesia.
Kemendikdasmen menyoroti kesiapan guru, keterbatasan pendamping, dan pembelajaran adaptif untuk memperkuat pendidikan inklusif.
Serangan bersenjata saat pemakaman di gereja Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Penyelidikan masih berlangsung.
Sunmor Ledok Asri Grajegan di Seyegan, Sleman, diapresiasi DPRD sebagai wadah pemasaran UMKM dan penggerak ekonomi masyarakat.
Yusril Ihza Mahendra menyebut usulan perubahan definisi korupsi perlu dikaji mendalam, termasuk kesesuaiannya dengan konvensi antikorupsi PBB.