Kuota Pertalite DIY Kurang 23.835 KL, Pemda Masih Tunggu BPH Migas

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 29 Oktober 2026 12:57 WIB
Kuota Pertalite DIY Kurang 23.835 KL, Pemda Masih Tunggu BPH Migas

Pengendara sepeda motor mengantre pembelian BBM jenis Pertalite di SPBU Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, pada Kamis (3/8/2026) siang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengusulkan tambahan kuota Pertalite sebanyak 23.835 kiloliter (KL) untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2026. Namun, usulan yang diajukan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tersebut masih menunggu persetujuan.

Tambahan kuota diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM, terutama menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Pemda DIY memperkirakan kebutuhan Pertalite sepanjang tahun ini melampaui alokasi yang telah ditetapkan.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY, Atik Sudarmi, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu jawaban dari BPH Migas. Informasi mengenai usulan tersebut diharapkan tersedia setelah rapat komite.

"Usulan tambahan kuota Pemda DIY belum mendapat jawaban dari BPH Migas. Jawaban masih kita tunggu," ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Menurut Atik, penambahan kuota BBM biasanya disesuaikan dengan kebutuhan. Karena itu, pemerintah daerah berharap usulan tambahan pasokan dapat dipertimbangkan berdasarkan proyeksi konsumsi di DIY.

Kebutuhan Pertalite DIY Diproyeksikan 545.455 KL

Dalam usulan yang disampaikan kepada BPH Migas pada 28 September 2026, Pemda DIY memperkirakan kebutuhan Pertalite hingga akhir tahun mencapai 545.455 KL.

Usulan tersebut disampaikan melalui surat perihal Usulan Penambahan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Tahun 2026.

Berdasarkan proyeksi tersebut, kebutuhan Pertalite di DIY diperkirakan mencapai 104,57% dari alokasi yang telah ditetapkan. Sementara itu, kuota awal Pertalite untuk wilayah DIY tercatat sebanyak 521.620 KL.

Dengan demikian, Pemda DIY mengusulkan tambahan sekitar 23.835 KL untuk memenuhi selisih antara perkiraan kebutuhan dan kuota yang tersedia.

"Penambahan kuota ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM akibat tren peningkatan kunjungan wisatawan di DIY pada akhir tahun," paparnya.

Atik menjelaskan penambahan pasokan diharapkan dapat menjaga kecukupan stok Pertalite dan Biosolar di DIY. Ketersediaan BBM menjadi perhatian menjelang periode libur panjang ketika konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat.

"Khususnya pada masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," lanjutnya.

Konsumsi Pertalite Naik 6%-7%

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan stok Pertalite di wilayah DIY masih aman meskipun terjadi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengapresiasi langkah Pemda DIY yang mengajukan tambahan kuota Pertalite kepada BPH Migas.

Menurut Taufiq, usulan tersebut merupakan respons pemerintah daerah terhadap laporan Pertamina mengenai realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang terus meningkat dibandingkan kuota yang tersedia.

Tambahan kuota diperlukan agar penyaluran Pertalite dapat berlanjut hingga akhir tahun. Pasalnya, peningkatan konsumsi pada periode Juni hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 6%-7%.

Sementara itu, angka pasti perubahan konsumsi pada September 2026 belum dapat dipastikan. Namun, angkanya diperkirakan tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya.

"[kalau tidak nambah] 100 itu nggak akan cukup sampai dengan akhir tahun, sehingga Pemprov DIY, mengajukan usulan tambahan kuota ke BPH Migas selaku badan pemerintah yang berwenang soal kuota, dan nanti akan didiskusikan dengan DPR RI," paparnya.

Taufiq menambahkan, dari dua provinsi yang menjadi wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, yakni DIY dan Jawa Tengah, baru DIY yang mengajukan tambahan kuota tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online