LBH Jogja Ungkap Kronologi Bentrok Malioboro hingga Tugu Jogja
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Seitaro Seki sedang menunjukkan sistem pembayaran digital GoPay miliknya di Lembaga Kursus Bahasa Jepang Bunka Kenkyuukai kawasan Condongcatur, Sleman, Kamis (1/10/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
JOGJA—Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan mulai menggantikan transaksi tunai. Tidak berlebihan jika QRIS disebut sebagai sistem pembayaran serbaguna yang menjadi salah satu bentuk ketahanan sekaligus kedaulatan negara di bidang ekonomi.
Seitaro Seki duduk di sebuah kursi kayu di lembaga kursus bahasa Jepang, Bunka Kenkyuukai, kawasan Condongcatur, Sleman, Kamis (1/10/2026). Malam itu, dia bercerita tentang bagaimana QRIS selalu hadir dalam setiap petualangannya menjelajahi berbagai sudut Yogyakarta.
Dia tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa ada satu sistem pembayaran yang bisa digunakan untuk berbagai jenis transaksi.
Taro, begitu dia akrab disapa, merupakan mahasiswa Universitas Osaka. Saat ini, dia mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama tiga bulan sejak menjejakkan kaki di Bumi Mataram, pria berusia 21 tahun ini telah menjelajahi sejumlah destinasi wisata, seperti Malioboro dan Candi Prambanan.
Di Jepang, terdapat sistem pembayaran serupa bernama PayPay. Namun, berdasarkan pengalamannya, QRIS menawarkan kemudahan dengan fungsi yang lebih beragam.
“Kalau PayPay paling terbatas penggunaannya di restoran atau minimarket. QRIS lebih multiple fungsinya. Beli kuota juga bisa,” kata Taro sembari menghidupkan ponselnya.
Kemudahan Top Up
Suasana Taman Sari pada Rabu (28/10/2026) siang tidak begitu ramai. Sepanjang pandangan mata, wisatawan mancanegara terlihat lebih sering hilir mudik. Seperti destinasi wisata lainnya, Taman Sari juga menerapkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS di loket.
Kemudahan pembayaran seperti ini menjadi salah satu hal yang menarik bagi wisatawan mancanegara. Taro mengaku tidak kesulitan ketika melakukan transaksi di destinasi wisata tersebut.
“Di Taman Sari, saya tinggal pindai saja QRIS, terus masukkan PIN, begitu selesai,” katanya.
Taro menggunakan layanan dompet digital GoPay untuk setiap transaksi. Dia pun menunjukkan langkah-langkah pengisian saldo atau top up GoPay yang menurutnya cukup mudah.
“Jadi, kartu bank PayPay itu memiliki fungsi Visa. GoPay kan bisa diisi saldo (top up) menggunakan kartu yang berlogo Visa, Mastercard, dan lainnya. Ibaratnya, saya mengisi saldo GoPay dari rekening bank di Jepang melalui kartu Visa,” ucapnya.
Di UGM, Taro mengambil program studi Sastra Jawa. Sesekali, dia menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Jawa saat berbincang. Dalam kesempatan yang sama, dia bercerita bahwa dirinya kerap makan siang bersama kolega di Kantin Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.
Pernah suatu kali dia panik ketika hendak membayar makanan, tetapi dompetnya tertinggal di kos. Kepanikannya segera hilang setelah mengetahui bahwa kantin tersebut juga menyediakan fasilitas pembayaran digital.
“Tapi di kantin susah sinyal. Akhirnya saya bawa QRIS itu keluar dari basement kantin dan pindai saja,” katanya sembari tertawa.
Belakangan, dia baru mengetahui bahwa pengguna tidak harus membawa QRIS fisik ketika mengalami kesulitan sinyal. Pengguna cukup memotret kode QR tersebut, kemudian memanfaatkan fitur tambah gambar. Sistem akan langsung mendeteksi kode yang tertera.
Perluas Penggunaan QRIS Cross Border
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DIY, Hermanto, menjelaskan BI DIY terus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital. Salah satunya melalui pengembangan QRIS cross border untuk memudahkan transaksi wisatawan mancanegara di Yogyakarta.
Menurutnya, Malaysia menjadi negara asal wisatawan dengan nilai transaksi QRIS cross border terbesar di DIY. Posisi berikutnya ditempati Singapura dan Thailand.
Berdasarkan data seri 2023, transaksi QRIS cross border dari Malaysia rata-rata mencapai lebih dari Rp10 miliar per bulan. Sementara itu, transaksi dari Singapura tercatat di atas Rp100 juta per bulan dan Thailand lebih dari Rp30 juta per bulan.
Meski demikian, data terbaru untuk sejumlah negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, dan China, belum tersedia karena implementasinya masih relatif baru.
Di sisi lain, BI juga terus mendorong perluasan penggunaan QRIS melalui inovasi QRIS Tap. Fitur ini memungkinkan pembayaran dilakukan hanya dengan mendekatkan ponsel ke perangkat pembaca.
Di DIY, QRIS Tap telah diterapkan di Ambarrukmo Plaza melalui kerja sama dengan BCA. Selain itu, layanan tersebut juga tersedia untuk pembayaran layanan Trans Jogja.
Namun, penggunaannya dinilai belum maksimal. Karena itu, BI berencana meningkatkan promosi dan edukasi, terutama kepada kalangan anak muda.
Pemanfaatan QRIS juga telah diperluas ke sejumlah sektor pariwisata. Implementasinya mencakup pembayaran retribusi di beberapa destinasi wisata di Kota Jogja dan Gunungkidul, retribusi parkir, hingga layanan andong.
“Naik andong kan bisa bayar pakai QRIS juga, tapi memang sosialisasi penerapannya yang belum masif,” kata Hermanto di sela-sela kegiatannya dalam Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10/2026).
Lebih jauh, BI menilai edukasi kepada para pelaku layanan, seperti kusir andong dan juru parkir, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penggunaan QRIS semakin meluas di sektor pariwisata.
Berpotensi Kurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS
Sementara itu, Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Nofie Iman Vidya Kemal, menilai QRIS sebagai payment gateway dan mekanisme penyelesaian transaksi (settlement mechanism) memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.
Menurutnya, peluang tersebut didukung oleh kesamaan kepentingan (common interest) dengan negara lain dalam mendorong dedolarisasi atau mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dia mencontohkan Singapura yang memiliki SGQR dan PayNow, Malaysia dengan DuitNow, Vietnam dengan VietQR, serta Thailand dengan Thai QR dan PromptPay.
Apabila peluang kerja sama ini ditangkap oleh seluruh negara ASEAN, penggunaan QRIS dan sistem pembayaran lintas negara berpotensi semakin luas, bahkan menjangkau Korea Selatan, Jepang, China, hingga Uni Emirat Arab (UAE).
Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi transaksi yang menggunakan dolar AS secara signifikan sekaligus menekan ketergantungan negara-negara terhadap mata uang tersebut.
“Ini akan menciptakan efek bola salju yang luar biasa dan pukulan telak bagi MasterCard/VISA,” kata Nofie saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (25/10/2026).
Lebih jauh, Nofie menjelaskan kesederhanaan QRIS menunjukkan bahwa sistem pembayaran ini memang dirancang untuk mendorong inklusi keuangan.
Dia membandingkannya dengan Visa dan Mastercard. Pengguna kedua jaringan pembayaran tersebut memang tidak dikenai biaya untuk transaksi domestik biasa. Namun, pengguna dapat dikenai biaya tambahan sekitar 1%-3% ketika menggunakan kartu di luar negeri atau bertransaksi dalam mata uang asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.
Giorgio Chiellini pernah mengkritik Mario Balotelli dan Felipe Melo dalam autobiografinya. Pernyataannya memicu kontroversi hingga berujung permintaan maaf.