BERINGHARJO BUKA MALAM: Ini Dia Kendalanya

Pasar Beringharjo mulai Kamis (11/4/2018) buka hingga malam hari. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
12 April 2018 17:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Pager Harjo Ujun Djunaedi mengatakan dibukanya Pasar Beringharjo sampai malam hari adalah peluang besar untuk meningkatkan pendapatan, tapi kebijakan itu masih menyisakan berbagai kekurangan yang segera diperbaiki.

Ujun mengatakan di hari pertama dibukanya Pasar Beringharjo sampai malam, ada beberapa hal yang menjadi keluhan pedagang. Di antaranya adalah akses. Sebagian pedagang merasa ada ketidakadilan, karena tidak semua pintu pasar dibuka.

"Karena yang dibuka aksesnya itu pintu barat utama hanya satu, selatan satu, timur satu. Sedangkan akses di Beringharjo barat yang sisi selatan aja ada empat, tapi yang dibuka satu. Teman-teman pedagang yang berada di pintu yang ditutup berharap agar pintu itu sekalian di buka semuanya," kata Ujun saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (11/4/2018).

Para pedagang, kata Ujun, berharap semua pintu dibuka, karena keadaan saat hari pertama menimbulkan kecemburuan sosial antara pelaku ekonomi Pasar Beringharjo. Pasalnya, bagian pasar yang ramai hanya di titik yang pintunya dibuka, sedangkan yang pintunya ditutup sepi pengunjung. Selain itu, wisatawan yang datang dari arah selatan juga harus berjalan kaki menuju pintu utama yang di barat.

Keluhan para pedagang, tambahnya, hari ini akan disampaikan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja Maryustion Tonang. Ia berharap, komitmen Pemkot Jogja membuka Pasar Beringharjo jangan sampai menimbulkan halangan.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan, ujar Ujun adalah mengenai penerangan. Menurutnya, penerangan yang ada masih kurang memadai. "Yang lebih krusial, yang bersumber dari internal kami sendiri adalah perubahan ini bukan sesuatu yang mudah, karena kami biasa hanya buka sampai sore. Pengusaha juga banyak sepuh. Kalau buka sampai malam kan perlu fisik prima. Kami juga kesulitan tenaga kerja. Nyari karyawan yang mau kerja dari pagi sampai malam susah. Jadi memang harus dua sif," jelasnya.

Ia mengatakan para pedagang saat ini terus bergerak untuk mencari karyawan baru. Bagi yang belum mendapatkan karyawan baru, maka tenaga kerja yang dimiliki diberdayakan sedemikian rupa. Sebagian bekerja di malam hari dan sebagian di siang hari. "Tenaga kerja baru juga butuh training. Minimal butuh pelatihan sampai satu setengah bulan lah."