Akademisi Minta Kawasan Eks Tambang Mangan di Kokap dan Pengasih Terintegrasi

Beberapa akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta meninjau terowongan di Dusun Anjir, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Jumat (11/5 - 2018). Harian Jogja/Beny Prasetya
11 Mei 2018 14:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta meminta kawasan eks tambang mangan di seluruh Kecamatan Pengasih dan Kokap bisa terintegrasi. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Singgih Saptono, saat berkunjung ke kawasan eks tambang mangan di Dusun Kliripan, Anjir, dan Gunung Pentul, di Kecamatan Kokap dan Pengasih, Jumat (11/5/2018). "Kawasan ini harus diintegrasikan karena dari proses pertambangannya saja juga terintegrasi," kata Singgih.

Dia menjelaskan, ketiga wilayah memiliki kondisi dan fungsi pertambangan yang berbeda. Perbedaan dimulai dari wilayah sumber batuan mangan, terowongan lori, dan juga kantor serta wilayah pembilasan mangan. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk tipe wisata yang berbeda. "Jadi nanti bisa dipilih, paket wisata yang mana, apakah seluruhnya atau mau lokasi A, B, atau C, bisa dipilih," katanya.

Khusus eks tambang mangan di Dusun Anjir yang memiliki terowongan lintasan lori pengangkut mangan, UPN Veteran bakal menempatkan sejumlah mahasiswa untuk memetakan lokasi tersebut. "Lokasi ini [Anjir] bisa dibuka untuk umum saat libur Lebaran 2018, tinggal dikasih kuliner ala desa," katanya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Hargorejo, Sri Widodo, mengaku bakal memperjuangkan seluruh wilayah eks tambang mangan menjadi satu kawasan terpadu. Melalui pengerjaan bertahap, segenap titik akan disambungkan seperti perlintasan lori yang dulu tersambung dari wilayah Gunung Pentul Pengasih hingga Kliripan di Kecamatan Kokap. "Nanti ujungnya disambungkan lagi," katanya.

Ketua Pokdarwis Gunung Pentul, Sumarno, mengaku siap mendukung kawasan eks tambang mangan di Kulonprogo menjadi satu kawasan terpadu. Gua yang berada di Gunung Pentul yang telah dikembangkan untuk wisata akan digabungkan dengan objek wisata yang berada di Anjir dan Kliripan. "Kami tunggu [Kliripan dibuka untuk wisatawan], namun secara prinsip kami mau dan siap mendukung," katanya.

Adplus Tokopedia