PDIP Kota Jogja Tanam 300 Pohon dan Gelar Simulasi Bencana
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Bedah buku berjudul Ushul Fikih Milenial, Belajar Agama dari Akarnya di Era Digital di Gedung Pertemuan Krapyak Wetan, Panggungharjo, Kapanewon Sewon, pada Kamis (25/4/2024) siang. Harian Jogja/Jumali
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Ushul Fikih Milenial, Belajar Agama dari Akarnya di Era Digital di Gedung Pertemuan Krapyak Wetan, Panggungharjo, Kapanewon Sewon, pada Kamis (25/4/2024) siang.
Anggota DPRD DIY, Umaruddin Masdar mengatakan sudah saatnya semua pihak mendorong generasi muda untuk beragama dengan baik. "Karena kita harus yakin jika agama itu bisa memberikan efek positif untuk masa depan generasi muda kita," kata Masdar, Kamis.
Sebab, diakuinya agama bak dua mata pisau, jika tidak dipahami dan dipelajari dengan baik bisa saja menjadi sumber kehancuran. Akan tetapi, jika dikelola dengan baik, maka kemajuan yang akan didapatkan.
"Buku ini adalah salah satu upaya kita agar generasi muda bisa beragama dengan baik. Bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik dan benar," kata Masdar.
Ia menambahkan buku tersebut juga merupakan semacam panduan anak muda agar beragama sesuai aturan agama. "Agar tidak keluar dari jalur. Supaya tidak asal beragam nonton dari Youtube," katanya.
Dia pun berharap bedah buku tersebut dapat meningkatkan kegemaran membaca generasi milenial.
"Dengan bedah buku ini, kami mendorong semakin banyak generasi muda yang gemar membaca agar angka kegemaran membaca DIY yang sudah tinggi dapat dipertahankan," kata dia.
Sementara perwakilan penerbit Cantrik, Ali Fakih mengungkapkan, berbeda dengan buku lainnya, buku karya Muhammad Rizqil Azizi disajikan dengan bahasa dan gaya anak muda. Sehingga, apa yang disampaikan bisa dengan mudah dipahami oleh generasi muda.
"Buku ini tidak hanya akan memantik kita mengenai ushul fikih tapi juga dasar dan segala sesuatu tentang ushul fikih," katanya.
Ushul fikih sendiri, kata Ali, menunjuk suatu ilmu yang menjadi akar bagi ilmu yang lain yakni fikih. Sedangkan sesuai dengan perkembangan di era digital, menunjukkan generasi muda yang sumber pengetahuannya merujuk pada informasi serba digital.
"Untuk itu belajar agama haruslah mendalam. Sementara orang yang belajar Islam secara mendalam pasti tidak asing dengan ushul fikih," paparnya.
Oleh karena itu, di dalam buku ini, papar dia, dijelaskan secara mudah, simpel dan instan tapi tidak menghilangkan keutuhan informasi inti ilmu yang disampaikan. "Dalam buku ini juga dijelaskan secara simpel tentang pemahaman keagamaan," kata Ali.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Rosid Budiman mengungkapkan melalui bedah buku ini, tingkat literasi masyarakat akan tetap tinggi. Sebab, program bedah buku ini tidak hanya membedah buku yang bersifat aplikatif, tapi juga agama dan pengetahuan lainnya. "Untuk itu kami bekerja sama dengan para anggota dewan untuk membedah buku ini," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist