Berinvestasi di Sleman Semakin Menarik, Ini 2 Sektor Paling Dominan

Susi Pudjiastuti datang ke Batik Allussan disambut warga Jodag, Sumberadi, Sleman (Sabtu, 21/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
15 Mei 2018 23:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Tingkat investasi di Sleman mengalami kenaikan tiap tahunnya. Iklim usaha di Sleman dianggap masih terbilang menjanjikan dengan banyaknya investor di Sleman.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Sleman Sutadi Gunarto mengatakan investasi menjadi peranan penting untuk meningkatkan ekonomi daerah. Berdasarkan data dari DPMPPT Sleman di 2017 baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami peningkatan.

Untuk PMA di 2016 nilai investasi mencapai 233.587.773 US Dollar meningkat menjadi 235.336.555 US Dollar di 2017. Sedangkan, untuk PMDN dari 2016 yang mencapai 3.370.880.918 rupiah menjadi 3.893.334.058 rupiah.

Peningkatan juga terjadi pada unit usaha, untuk PMA dari 66 unit usaha di 2016 menjadi 70 unit usaha di 2017. Sedangkan PMDN dari 60 unit usaha di 2016 menjadi 77 unit usaha di 2017.

"Melalui kegiatan investasi, akan dihasilkan produk barang dan jasa, tersedianya lapangan kerja dan nilai tambah ekonomis bagi daerah sekaligus meningkatkan perkapita masyarakat," kata Sutadi, baru-baru ini.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPPT Sleman Arjunandir mengatakan meskipun tidak begitu signifikan, namun kenaikan terjadi karena ada beberapa sektor usaha yang berhasil mendongkrak. "Sektor yang paling dominan mendongkrak nilai investasi di Sleman yaitu pariwisata dan industri jasa," ungkap Arjunandir.

Menurut Arjunandir, untuk sektor pariwisata, meskipun pertumbuhan jumlah hotel relatif tidak berubah, namun nilai investasi pada hotel cukup tinggi. Sedangkan untuk sektor industri jasa, Arjunandir mengatakan moratorium terhadap izin ritel modern di Sleman tidak begitu berdampak pada nilai investasi, karena usaha pada ritel modern akan cenderung dialihkan pada sektor jasa seperti kuliner.

Arjunandir mengatakan, tingkat investasi dilihat dari semua izin yang masuk pada DPMPPT, namun sampai saat ini masih banyak unit usaha yang lolos dari pencatatan izin oleh Pemerintah Pusat dan tercatat di DPMPPT sebagai non fasilitas.

Berdasarkan data dari DPMPPT Sleman, unit usaha yang tidak tercatat di Pemerintah Pusat dan tercatat di DPMPPT Sleman sebagai unit usaha non fasilitas mengalami kenaikan, dari 2016 yang mencapai 35.628 unit usaha, menjadi 37.952 unit usaha di 2017.

"Kita melakukan sosialisasi agar unit usaha itu bisa memperoleh izin dan nilai investasinya tercatat, selain itu tahun ini banyak usaha yang dilakukan oleh DPMPPT dalam memberikan kemudahan perizinan, seperti gratis imb untuk KK miskin, dan kami memberikan kelonggaran agar usaha kecil bisa mengurus izin setelah lima tahun usahanya jalan," ujar Arjunandir.

Dalam menyambut hari jadi Sleman ke 102 ini, menurut Arjunandir DPMPPT memudahkan beberapa perizinan, dan menggratiskannya, seperti perizinan IMB untuk 100 KK. "Harapannya, masyarakat akan lebih sadar lagi terkait pentingnya perizinan usaha," katanya pada Harianjogja.com, Minggu (14/5/2018).

Arjunandir berharap di hari jadi Sleman ke 102 ini, iklim investasi di Sleman semakin meningkat, karena akan meningkatkan juga nilai ekonomi masyarakat.