Ingat! Puasa dan Lebaran Ini Lebih Ketat, Warga Dilarang Bunyikan Petasan

Ilustrasi petasan bambu. - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 Mei 2018 22:37 WIB Abdul Hamied Razak Bantul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Warga dilarang menyalakan petasan selama Ramadan hingga Idulfitri nanti. Satpol PP Jogja akan memperketat pengawasan terkait larangan menyulut petasan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jogja Nurwidi Hartana menjelaskan larangan tersebut sebenarnya diterapkan setiap tahun. Hanya saja tahun ini, Satpol PP lebih menekankan pada aspek pengawasan. "Kami akan menguatkan peran Satuan Perlindungan Masyarakat [Satlinmas] untuk melakukan pemantauan," katanya, Rabu (16/5/2018).

Satlinmas yang berada di tiap wilayah diminta untuk membantu mengawasi warga yang masih menyulut petasan selama Ramadan. Keterlibatan linmas tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah warga yang terbiasa menyulut petasan.

"Kalau ada anggota linmas yang berseragam, mereka yang awalnya mau menyulut petasan bisa sungkan," katanya.

Menurutnya ada beberapa  lokasi yang sering digunakan untuk bermain petasan. Selain kawasan Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan, petasan juga dinyalakan di beberapa titik persimpangan. Bagi warga yang menjual petasan, Nurwidi mengaku jika pengawasannya kewenangan dari kepolisian.

"Biasanya disulut pagi hari sebelum atau sesudah salat subuh. Banyak juga yang membunyikan usai salat tarawih," katanya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti meminta agar pengurus RT dan RW di wilayah bisa berkoordinasi dengan Babinkamtibmas atau Babinsa untuk selalu menjaga kebersamaan dan keamanan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan agar warga bisa tenang menjalankan ibadah puasa.

"Selama Ramadan keamanan dan kenyamanan masyarakat diharapkan tetap terjaga dengan baik," katanya.

Ad Tokopedia