Tangkal Radikalisme, Siswa SD di Kulonprogo Wajib Tamat Alquran

Acara pembacaan ayat suci Alquran oleh para siswa Kelas VI SD/MI di Taman Budaya Kulonprogo, Rabu (16/5 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
16 Mei 2018 20:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo mewajibkan siswa Kelas VI Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah yang beragama Islam untuk khatam Alquran. Untuk siswa yang beragama lain, mereka juga harus tamat bacaan kitab suci agamanya masing-masing. Upaya itu diharapkan bisa menangkal radikalisme sejak dini.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menjelaskan, tamat Alquran bagi siswa muslim Kelas VI baru kali pertama diterapkan oleh Pemkab kulonprogo. Program ini akan diterapkan tiap tahun. Program serupa untuk siswa beragama lain akan dimulai pada 2019, menyesuaikan kesiapan masing-masing pemuka agama dan guru agama.

"Kami berharap program ini bisa memberikan makna besar bagi karakter anak didik sebagai generasi emas 2045, sehingga mencetak generasi yang baik, tidak anarkis, sungguh mencintai negara, mencintai Pancasila, memiliki iman dan takwa," ujar Hasto seusai memberi sambutan dalam Khataman Alquran Peserta Didik Kelas VI SD/MI Tingkat Kabupaten Kulonprogo 2018, Rabu (16/5/2018).

Hasto menambahkan, Pemkab tidak serta-merta meyakini bahwa khatam Alquran bisa membentengi diri siswa dari paham radikal. Terlebih, walaupun situasi di Kulonprogo aman, sejumlah tindak provokasi muncul, seperti kasus pembakaran Alquran beberapa waktu lalu. Program wajib khatam Alquran ini disokong dengan penerapan Perda No.18/2015 tentang Pendidikan Karakter. Selain religiusitas, di dalamnya mengatur muatan lokal seperti Kemataraman dan Pancasila.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Sumarsana, kegiatan khataman Alquran selaras dengan amanah dalam Perda No.18/2015 tentang Pendidikan Karakter yang bertujuan menumbuhkan jiwa kebangsaan yang tangguh, kompetitif, berahlak mulia, bermoral, toleran, gotong-royong dan patriotik dinamis. Selain itu berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijiwai Pancasila, iman dan takwa kepada Tuhan Yang maha Esa.

Salah seorang peserta khataman, Rindu Revalya merasa bersyukur bisa khatam Alquran lewat persiapan selama dua bulan. Ia membaca Alquran sebanyak satu lembar sehari. "Diajari dan disemangati oleh bu guru ngaji," kata siswa SDN Depok, Panjatan.

Siswa lainnya, Rahma Dwi, mengaku senang bisa khatam Alquran dan ingin mampu khatam Alquran kembali, terutama selama Ramadan. "Senang banget," ucapnya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia