Waah, Padusan Kali Ini, Pantai Baron Sepi

Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Mei 2018 22:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Tradisi padusan menjelang bulan Ramadan yang dilakukan di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari pada Rabu (16/5/2018) lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini lebih sepi, wisatawan yang datang juga lebih sedikit," kata Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Surisdiyanto kepada Harianjogja.com, Rabu (16/5/2018).

Walaupun pengunjung sepi lanjut Suris penjagaan tetap dilaksanakan dengan personel penuh. "Pengamanan tetap dengan personel penuh yaitu sebanyak 57 personel yang disebar dibeberapa titik rawan kecelakaan," jelasnya.

Suris mengatakan saat ini gelombang ombang cukup tinggi akan tetapi laut sedang surut. "Gelombang memang sedang tinggi, tetapi laut surut sejak pukul 14.00 WIB," jelasnya.

Koordinator TPR Utama Baron, Supardi mengatakan dari pantauannya wisatawan yang datang didominasi wisatawan lokal Gunungkidul. Untuk luar kota masih sedikit. "H-1 masuk bulan puasa gini emang ramai, tapi kebanyakan warga Gunungkidul, rata-rata pengendara motor," katanya.

Supardi mengatakan ramainya pengunjung yang datang menurutnya masih sama seperti hari-hari biasa. "Mungkin kalau jatuhnya pas weekend atau libur yang datang lebih banyak," jelasnya.

Kendati demikian lanjut Supardi pihaknya telah menyiapkan tidak kurang 15.000 lembar tiket. "Kita tetap antisipasi kemungkinan banyaknya pengunjung yang datang. [jumlah] Ini cuma di TPR Pusat, kalau yang lain belum ada informasi," katanya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pariwisata Harry Sukmono mengatakan tahun ini pihaknya menggelar acara apapun baik, hiburan maupun pemasangan pipa padusan yang biasanya ada. “Mohon maaf kepada masyarakat, tahun ini kami tidak menggelar acara apapun," katanya.

Namun Harry tidak menjelaskan dengan pasti alasan ditiadakannya acara tahunan tersebut. "Yang pasti memang tahun ini tidak ada, kalau untuk alasan itu saya sendiri kurang paham, tapi mungkin karena memang belum ada persiapan," katanya.

Kendati demikian Harry berharap untuk tahun depan dimungkinkan akan kembali mengadakan acara itu. "Mungkin akan ada lagi," imbuhnya.

Harry mengatakan untuk urusan wisata harusnya tidak hanya diampu pihaknya, tapi juga dibantu seluruh pihak khususnya pelaku wisata. "Pokdarwis harus lebih kreatif, intinya kita kerjasama bareng untuk bangun wisata Gunungkidul," ujarnya.

Ad Tokopedia