Bukan Hanya Simbol Islam, Ada Hanoman di Gema Takbir Jogja 2018

Salah satu maskot peserta Gema Takbir Jogja Hanoman (putih tengah). - Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika
14 Juni 2018 22:01 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Peserta Gema Takbir Jogja (GTJ) 2018, sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gondomanan, tidak hanya membawa atribut atau simbol-simbol keIslaman dan Arab. Salah satu kelompok bahkan memakai Hanoman sebagai maskotnya.

Peserta yang menggunakan Hanoman sebagai maskot adalah kelompok dari Masjid Fathul Qorif, Kecamatan Gondomanan.

Catur, koordinator Kelompok Masjid Fathul Qorif mengatakan, dipilihnya Hanoman sebagai maskot karena disesuaikan dengan tema GTJ 2018, yakni Menjalin Ukhuwah, Merawat Syiar.

"Dalam GTJ ini kami ingin memadukan unsur religi dan kebudayaan. Meskipun kita berbeda tapi tetap satu. Hanoman kan juga ikut memberikan ukhuwah dan persaudaraan dalam sejarah kita," jelasnya.

Hanoman adalah kera putih keturunan dewa yang diceritakan sebagai teman Rama dalam kisah Ramayana. Dalam budaya Jawa, Hanoman juga muncul dalam pewayangan.

Koordinator Humas GTJ 2018 Raditya Alviantono mengatakan, pihaknya memang memberikan keleluasaan bagi peserta untuk berkreativitas. "Yang penting Islam tetap di hati, meskipun budayanya dari mana aja dan suku apapun," tuturnya singkat.