Khatib Salat Id di Wonosari Dimintai Naskah Khutbahnya

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Kamis, 14 Juni 2018 19:17 WIB
Khatib Salat Id di Wonosari Dimintai Naskah Khutbahnya

Presiden Joko Widodo (tengah), bersiap melaksanakan Shalat Taraweh pertama Ramadhan 1439 H di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (16/5/2018). /Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemilihan Kolonel As\'ari Siroj sebagai penceramah dalam salat Idul Fitri di Alun-alun Wonosari, Jumat (15/6/2018) nanti lantaran dinilai sebagai figur negarawan dan agamawan yang membawa prinsip-prinsi amar maarif.

Hal itu diungkapkan kepala seksi Bimas Islam Kemenag, Gunungkidul, Arif Gunadi kepada Harianjogja.com, Rabu (13/6/2018). Arif menambahkan sosok As\'ari begitu representatif untuk jamaah di Gunungkidul. "Insaallah sesuai harapan," katanya.

Adapun untuk ketentuan menjadi penceramah dalam salat Idulfitri di seluruh Gunungkidul adalah menyampaikan misi ibadah dan berbuatan peningkatan cinta tanah air sesama dan keluarga. Hal ini guna mengukuhkan keharmonisan bangsa.

Hal ini juga untuk meminimalisir kondisi ketidakberimbangan di masyarakat akibat dakwah tersebut.

Arif berharap para penceramah dapat menyejukkan situasi kondisi walaupun memasuki tahun politik. Pihaknya juga akan meminta naskah dakwah yang akan disampaikan oleh para penceramah saat shalat Idulfitri nanti.

Selain itu pihaknya meminta tim di lapangan untuk mendeteksi khatib atau mubalig yang dimungkinkan menimbulkan disharmonisasi.

Adapun jika memang nanti menyimpang hukumannya lebih kepada sanksi sosial. "Mungkin tidak diundang lagi atau seperti apa nanti sanksi sosialnya,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online