Hewan Kurban yang Melintas di Jogja Mulai Diawasi

Ilustrasi sapi - JIBI
10 Juli 2018 09:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Lalu lintas hewan kurban mulai diawasi sejak 30 hari jelang Iduladha. Selain itu, titik penyembelihan yang akan dilakukan oleh masyarakat juga akan dipetakan lebih awal.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jogja Sugeng Darmanto mengatakan meskipun hari raya Iduladha tahun ini masih masih sebulan lagi namun sejumlah antisipasi terkait hewan kurban mulai dilakukan.

"Sejauh ini memang belum ada peningkatan lalulintas hewan yang signifikan. Meski pengawasannya kewenangan propinsi, namun kami tetap mengecek surat keterangan sehat dari daerah asal," kata Sugeng, Senin (9/7/2018).

Selain lalulintas hewan kurban, Dinas juga melakukan pendataan titik penyembelihan. Alasannya, setiap tahun ada penambahan titik penyembelihan hewan kurban.

"Tahun ini kami petakan sejak dini berapa jumlah lokasi dan persebarannya. Data itu sangat penting bagi kami untuk menentukan pelayanan saat penyembelihan hewan kurban," katanya.

Menurutnya, panitia penyembelihan hewan kurban biasanya membagi ke dalam beberapa kelompok jika anggotanya bertambah. Padahal lahan di Jogja cukup terbatas sehingga bisa menyulitkan kelompok tersebut untuk mencari lokasi penyembelihan.

Untuk mengurangi masalah itu, Pemkot akan mengintensifkan keberadaan rumah pemotongan hewan (RPH) Giwangan. "RPH Giwangan akan dimaksimalkan untuk melayani panitia hewan kurban," katanya.

Dikarenakan kapasitas RPH Giwangan terbatas, dibutuhkan rekayasa penjadwalan agar kepentingan masyarakat bisa dijembatani. Jika sejak awal Dinas sudah memiliki data jumlah hewan kurban yang akan disembelih di sejumlah titik penyembelihan, maka RPH juga bisa menyiapkan antisipasinya.

"Jadi kapasitas RPH akan disesuaikan juga dengan jumlah petugas di RPH. Tahun lalu sehari bisa menyembelih 40 hewan kurban," imbuh Sugeng.

Di samping mengintensifkan petugas di RPH Giwangan, Dinas juga akan membentuk tim pemantau kesehatan hewan. Setiap tahun, tim tersebut berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

"Tahun lalu lokasi penyembelihan yang terdata ada sekitar 600 titik. Kalau tahun ini ada penambahan titik lokasi penyembelihan, maka secara otomatis tim pemantau yang dibutuhkan juga harus ditambah," katanya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia