Ajak Berwirausaha dengan Cerdas, BPAD DIY Gelar Bedah Buku

BPAD DIY menggelar bedah buku Berwirausaha Cerdas: Inspirasi bagi Kaum Muda di Balai Desa Sumberagung, Moyudan pada Kamis (12/7/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
13 Juli 2018 04:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar bedah buku di Balai Desa Sumberagung, Moyudan pada Kamis (12/7/2018). Buku yang dibedah yaitu Berwirausaha Cerdas: Inspirasi bagi Kaum Muda.

Editor Buku Berwirausaha Cerdas: Inspirasi bagi Kaum Muda Aditya Kurniawan mengatakan dalam buku tersebut ditekankan dua poin dalam berwirausaha yaitu kreatif dan inovatif. Menurutnya, meskipun dalam buku itu yang menjadi sasarannya anak muda, tapi tidak menutup kemungkinan yang bukan lagi anak muda membaca dan mempelajarinya.

"Dua kata kunci dari buku ini sebenarnya kreatif dan inovatif, dalam berwirausaha, kita harus menembus semua batas agar bisa lebih maju lagi," ungkapnya. Selain itu dalam berwirausaha juga perlu keberanian dalam mengambil resiko.

Anggota Komisi D DPRD DIY Maksum Amrullah mengatakan dari judul buku tersebut mengajak masyarakat agar bisa cerdas tidak hanya punya modal materi saja dalam berwirausaha. "Judulnya itu berwirausaha cerdas, simpel tapi ngena," jelas Maksum.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini tidak bisa dihindari, maka dibutuhkan kemampuan untuk menangkap peluang dan tidak sekedar ikut-ikutan saja. "Lihat contohnya Go-jek, dengan berfikir cerdas ia sudah bisa meraih kesuksesan dalam berwirausaha," ujar Maksum.

Sekretaris BPAD DIY Ida Pratiwi mengatakan tujuan dari adanya bedah buku di tiap-tiap desa yaitu merangsang budaya baca buku. "Dengan adanya bedah buku di desa, diharap akan meningkatkan minat dan budaya masyarakat dalam membaca," katanya dalam sambutan.

Menurut Ida, untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat desa merupakan tantangan yang sangat berat. "Hasil survei di Indonesia ini masih rendah budaya membaca masyarakat itu, di Jogja saja yang kota pendidikan rendah apalagi nun jauh di sana," jelas Ida.

Menurutnya, kabupaten yang dijadikan tempat dalam bedah buku yang sering diadakan oleh BPAD juga diharap bisa mendorong agar membuat perpustakaan desa. "Nanti di tiap-tiap agenda bedah buku itu leading sektornya desa," ungkapnya.