Setelah Penangkapan Terduga Teroris, Warga Bantul Diminta Peduli Lingkungan

Suasana rumah kontrakan GM di Dusun Kerto, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kamis (12/7/2018) Seorang warga Bantul berinisial GM diamankan Densus Anti Teror 88 di Dusun Kerto, Pleret, Pleret, Rabu (11/7/2018) sore. Ia ditangkap seusai menjalankan Salat Ashar di masjid desa setempat. Sehari setelah penangkapan, kondisi rumah yang ditinggali tertutup, tetapi dari balik jendela rumah terlihat dua anak GM sedang bermain-main. - Harian Jogja/David Kurniawan
14 Juli 2018 08:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Kapolres Bantul Sahat M Hasibuan mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Upaya ini dirasa efektif guna menangkal penyebaran paham radikal di masyarakat. Hal ini disampaikan setelah Densus  Densus Antiteror 88 menangkap warga terduga teroris beberapa waktu lalu di Bantul.

“Semua harus ikut berpartisipasi dan tidak hanya polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Sahat saat dihubungi, Jumat (13/7/2018).

Menurut dia, warga yang paling tahu bagaimana kondisi di wilayah masing-masing. “Tidak perlu jauh-jauh. Pengamanan bisa dilakukan di lingkungan sekitar seperti siskamling,” ucapnya.

Sahat berpesan warga harus ikut mengawasi  kedatangan orang baru. Hal ini dibutuhkan untuk mengantisipasi penyebaran paham-paham radikal di masyarakat. “Ya kalau ada orang baru ditanyai asal dan maksud tujuan datang. Upaya ini sudah membantu polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” jelasnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Bupati Bantul Suharsono. Menurut dia,  penangkapan dua warga oleh anggota Densus Antiteror 88 tidak perlu dikhawatir warga karena permasalahan tersebut sudah ditangani dengan baik. “Saya akan pantau terus perkembangan penangkapan itu,” kata Suharsono.

Dia pun berharap masyarakat membantu petugas keamanan dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. “Masyarakat bisa ikut berpartisipasi dengan menjaga lingkungan masing-masing,” kata Bupati.

Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (11/7/2018) di wilayah Bantul terjadi penggerebekan oleh Densus 88. Penggerebekan pertama dilakukan di Dusun Mrisi, Tirtonirmolo, Kasihan. Sedang penangkapan kedua terjadi di Dusun Kerto, Desa Pleret, Pleret.
Salah seorang warga Kerto, Nur Habibah membenarkan adanya penangkapan terhadap GM oleh Densus 88. Dia ditangkap seusai menjalani salat berjamah di masjid setempat.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia