Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kapal-kapal nelayan di Pantai Depok dinaikkan ke tempat lebih tinggi untuk mengantisipasi terjangan gelombang tinggi di laut selatan, Kamis (26/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan membuat aktivitas nelayan terhambat. Mereka memilih menggunakan waktu libur untuk memperbaiki peralatan tangkap hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.
Salah seorang nelayan Pantai Depok, Suwardi mengaku berhenti melaut sejak satu pekan yang lalu. Hal ini terjadi karena kondisi di laut sedang tidak baik sehingga nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan.
“Gelombang sedang tinggi sejak beberapa hari lalu. Bahkan akibat naiknya gelombang membuat sejumlah kerusakan di beberapa tempat. Jadi untuk sementara kami berhenti melaut hingga kondisi aman,” kata Suwardi, Kamis (26/7/2018).
Menurut dia, untuk mengisi waktu senggang banyak nelayan yang melakukan kegiatan lain. Beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya, menambang pasir, memperbaiki kapal hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.
“Berhubung punya lahan maka saya ikut mengurusi tanaman bawang merah yang sedang ditanam,” kata dia.
Hal senada diungkapkan Sadiman, nelayan lain di Pantai Depok. Menurut dia, di saat berhenti melaut dia memperbaiki alat tangkap, misalnya menambal kapal yang mulai berlubang hingga perbaikan jaring-jaring. “Intinya kami tetap beraktivitas. Dengan memperbaiki alat tangkap besok langsung bisa digunakan saat kondisi di laut sudah aman untuk menangkap ikan,” katanya.
Menurut dia, fenomena naiknya gelombang air laut di kawasan Pantai Selatan merupakan hal yang biasa dan terjadi setiap tahun. Ia tidak menampik kenaikan gelombang yang terjadi kemarin menimbulkan sejumlah kerusakan. Meski demikian, kerugian yang ditimbulkan bisa dikurangi karena sejak awal sudah waspada akan ancaman tersebut.
“Kami sebagai pemilik kapal memindahkan kapal-kapal ke tempat yang aman. Kami bersyukur saat gelombang naik, semua kapal dalam kondisi aman,” jelas dia.
Sadiman berharap cuaca buruk di laut bisa segera berakhir dan nelayan dapat kembali beraktivitas menangkap ikan di laut. “Kalau kondisi terus begini, kami tidak bisa menangkap ikan dan terpaksa mengerjakan kegiatan lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya