Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kapal-kapal nelayan di Pantai Depok dinaikkan ke tempat lebih tinggi untuk mengantisipasi terjangan gelombang tinggi di laut selatan, Kamis (26/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan membuat aktivitas nelayan terhambat. Mereka memilih menggunakan waktu libur untuk memperbaiki peralatan tangkap hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.
Salah seorang nelayan Pantai Depok, Suwardi mengaku berhenti melaut sejak satu pekan yang lalu. Hal ini terjadi karena kondisi di laut sedang tidak baik sehingga nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan.
“Gelombang sedang tinggi sejak beberapa hari lalu. Bahkan akibat naiknya gelombang membuat sejumlah kerusakan di beberapa tempat. Jadi untuk sementara kami berhenti melaut hingga kondisi aman,” kata Suwardi, Kamis (26/7/2018).
Menurut dia, untuk mengisi waktu senggang banyak nelayan yang melakukan kegiatan lain. Beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya, menambang pasir, memperbaiki kapal hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.
“Berhubung punya lahan maka saya ikut mengurusi tanaman bawang merah yang sedang ditanam,” kata dia.
Hal senada diungkapkan Sadiman, nelayan lain di Pantai Depok. Menurut dia, di saat berhenti melaut dia memperbaiki alat tangkap, misalnya menambal kapal yang mulai berlubang hingga perbaikan jaring-jaring. “Intinya kami tetap beraktivitas. Dengan memperbaiki alat tangkap besok langsung bisa digunakan saat kondisi di laut sudah aman untuk menangkap ikan,” katanya.
Menurut dia, fenomena naiknya gelombang air laut di kawasan Pantai Selatan merupakan hal yang biasa dan terjadi setiap tahun. Ia tidak menampik kenaikan gelombang yang terjadi kemarin menimbulkan sejumlah kerusakan. Meski demikian, kerugian yang ditimbulkan bisa dikurangi karena sejak awal sudah waspada akan ancaman tersebut.
“Kami sebagai pemilik kapal memindahkan kapal-kapal ke tempat yang aman. Kami bersyukur saat gelombang naik, semua kapal dalam kondisi aman,” jelas dia.
Sadiman berharap cuaca buruk di laut bisa segera berakhir dan nelayan dapat kembali beraktivitas menangkap ikan di laut. “Kalau kondisi terus begini, kami tidak bisa menangkap ikan dan terpaksa mengerjakan kegiatan lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.
Menhub Dudy Purwagandhi meninjau evakuasi KMP Putri Yasmin di Lombok. Satu penumpang meninggal dan 12 orang dirawat