Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Kapal-kapal nelayan di Pantai Depok dinaikkan ke tempat lebih tinggi untuk mengantisipasi terjangan gelombang tinggi di laut selatan, Kamis (26/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan membuat aktivitas nelayan terhambat. Mereka memilih menggunakan waktu libur untuk memperbaiki peralatan tangkap hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.
Salah seorang nelayan Pantai Depok, Suwardi mengaku berhenti melaut sejak satu pekan yang lalu. Hal ini terjadi karena kondisi di laut sedang tidak baik sehingga nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan.
“Gelombang sedang tinggi sejak beberapa hari lalu. Bahkan akibat naiknya gelombang membuat sejumlah kerusakan di beberapa tempat. Jadi untuk sementara kami berhenti melaut hingga kondisi aman,” kata Suwardi, Kamis (26/7/2018).
Menurut dia, untuk mengisi waktu senggang banyak nelayan yang melakukan kegiatan lain. Beberapa kegiatan yang dilakukan di antaranya, menambang pasir, memperbaiki kapal hingga menggarap lahan pertanian yang dimiliki.
“Berhubung punya lahan maka saya ikut mengurusi tanaman bawang merah yang sedang ditanam,” kata dia.
Hal senada diungkapkan Sadiman, nelayan lain di Pantai Depok. Menurut dia, di saat berhenti melaut dia memperbaiki alat tangkap, misalnya menambal kapal yang mulai berlubang hingga perbaikan jaring-jaring. “Intinya kami tetap beraktivitas. Dengan memperbaiki alat tangkap besok langsung bisa digunakan saat kondisi di laut sudah aman untuk menangkap ikan,” katanya.
Menurut dia, fenomena naiknya gelombang air laut di kawasan Pantai Selatan merupakan hal yang biasa dan terjadi setiap tahun. Ia tidak menampik kenaikan gelombang yang terjadi kemarin menimbulkan sejumlah kerusakan. Meski demikian, kerugian yang ditimbulkan bisa dikurangi karena sejak awal sudah waspada akan ancaman tersebut.
“Kami sebagai pemilik kapal memindahkan kapal-kapal ke tempat yang aman. Kami bersyukur saat gelombang naik, semua kapal dalam kondisi aman,” jelas dia.
Sadiman berharap cuaca buruk di laut bisa segera berakhir dan nelayan dapat kembali beraktivitas menangkap ikan di laut. “Kalau kondisi terus begini, kami tidak bisa menangkap ikan dan terpaksa mengerjakan kegiatan lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Kakek asal Ngawi, Raden Mas Sri Parwasto, 68, meninggal setelah tertabrak kereta di Km 233+4 Kutorejo, Sragen.
Jonatan Christie tersingkir di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Loh Kean Yew karena stamina terkuras.