Kerusuhan Suporter, Laga PSIM Dilarang Digelar di Stadion Sultan Agung

Teman-teman almarhum Muhammad Iqbal Setyawan melakukan salat jenazah untuk almarhum di rumah duka RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon Bantul, Jumat (27/7/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
01 Agustus 2018 18:52 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul memastikan tidak memberikan izin penyewaan Stadion Sultan Agung ke PSIM untuk pertandingan lanjutan Liga II yang rencananya digelar Senin (6/8/2018) mendatang.

Kebijakan diambil berdasarkan evaluasi terjadinya kerusuhan yang menyebabkan seorang penonton meninggal dunia pada saat laga derbi Mataram PSIM melawan PSS beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Bantul, Sapto Priyono membenarkan adanya surat tentang penolakan penggunaan stadion Sultan Agung untuk laga PSIM.

Menurut dia, surat bernomor 426/2473 yang ditandatangani Sekretaris Disdikpora Bantul Daeng Daeda sudah diberikan ke panitia pelaksana pada Selasa (31/7/2018) kemarin.

“Surat sudah kami serahkan dan larangan penyewaan stadion berlaku untuk pertandingan melawan Blitar United pada Senin [6/8/2018] mendatang,” kata Sapto saat dihubungi, Rabu (1/8/2018).

Dia menjelaskan, tidak diberikan izin untuk menggunakan stadion tidak lepas dari kerusuhan yang terjadi saat laga PSIM melawan PSS beberapa waktu lalu. Dalam kerusuhan ini terdapat belasan penonton terluka hingga ada korban yang meninggal dunia. “Adanya suporter yang tewas menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.

Menurut Sapto, evaluasi terhadap peminjaman Stadion Sultan Agung tidak lepas dari instruksi bupati agar izin lebih diperketat lagi. Tujuannya agar kerusuhan yang sama tidak terjadi lagi kelak di kemudian hari.

“Begitu dapat instruksi langsung kami lakukan evaluasi dan akhirnya kami mengambil kebijakan untuk tidak memberikan izin sewa ke PSIM untuk laga lanjutan Liga II melawan Blitar United,” jelas Sapto.

Ad Tokopedia