Dana Desa Tahap Ketiga Turun, Sejumlah Desa di Gunungkidul Belum Bisa Menikmatinya

Ilustrasi rupiah - Reuters
19 September 2018 23:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko mengklaim proses pencairan dana desa tahap ketiga berjalan lancar.

Meski demikian diakuinya sejumlah desa belum bisa mengambil dana sebab masih dalam proses pengurusan laporan pertanggungjawaban.

"Ada yang memang belum bisa, tapi jumlahnya sedikit sekitar 10 an dibanding yang sudah bisa mengambil," ucapnya, Rabu (19/9/2018).

Beberapa yang desa belum bisa mencairkan dana desa, kata Sujoko lantaran adanya peraturan empat menteri yang wajib mencantumkan program padat karya tunai.

"Dulu kan tidak ada program tersebut, sehingga sejumlah desa harus merevisi APBDes merka, jadinya agak mundur," ucapnya.

Secara prinsip lanjut Sujoko dana sudah pihaknya rekomendasikan dari pemkab ke bank dalam hal ini BDG. Sehingga untuk tahap ketiga ini sudah bisa diambil oleh Pemerintah Desa.

"Kalau total dana desa tahun ini sekitar Rp118 miliar. Per desa rata-rata dapat Rp800 juta sampai Rp1 miliar," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Bambang Setiawan mengaku adanya program padat karya tunai memang sempat menghambat pencairan dana desa.

"Ya kami harus menata ulang APBDes, jadinya sejumlah desa memang ada yang terlambat," kata dia.

Meski demikian dalam prosesnya, menurut Bambang tidak ada permasalahan. Adapun untuk Desa Kepek mendapat dana desa sekitar Rp900 juta.

Dalam penerapan dana desa untuk Desa Kepek itu dikatakan Bambang menyasar ke pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

"Untuk Desa Kepek seimbang antara infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat sama. Kami juga sasarkan ke pendidikan dan kesehatan," paparnya.