Advertisement

PILKADES SERENTAK: Waspada! Lima Desa Ini Rawan Gesekan

I Ketut Sawitra Mustika
Selasa, 02 Oktober 2018 - 14:15 WIB
Yudhi Kusdiyanto
PILKADES SERENTAK: Waspada! Lima Desa Ini Rawan Gesekan Ilustrasi Pilkades. - JIBI/Solopos/Agoes Rudianto

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonprogo menerjunkan 251 personel untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 20 desa. Pilkades serentak digelar Minggu (14/10/2018). Dari 20 desa yang menggelar pilkades, lima di antararanya teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sujarwo, mengatakan sebanyak 251 personel yang diterjunkan akan dibagi menjadi beberapa satgas, seperti satgas preventif dan satgas penindakan hukum. "Nanti di desa yang rawan pola pengamannya pun berbeda dengan wilayah desa yang relatif tidak rawan," katanya, Senin (1/10/2018).

Advertisement

Menurut Sujarwo Polres Kulonprogo memetakan desa yang rawan terjadi gesekan pada pilkades serentak. Total ada lima desa yang indeks kerawanannya cukup tinggi, yakni Desa Ngentakrejo di Kecamatan Lendah; Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih; Desa Brosot, Kecamatan Galur; Desa Kebonjero dan Desa Kedundang di Kecamatan Temon.

Polres Kulonprogo, kata Sujarwo, telah melakukan langkah pra pengamanan dengan melaksanakan patroli ke desa yang menyelenggarakan pilkades. "Tentu dengan sasaran tokoh masyarakat dan calon dan sekaligus pembinaan serta penyuluhan. Itu upaya yang sudah dilakukan," katanya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution, mengatakan desa-desa yang masuk wilayah rawan pada pilkades serentak dianggap cukup mudah menimbulkan gangguan karena didasari beberapa faktor, di antaranya klaim dukungan antarkelompok keagamaan, adanya calon yang diusulkan masyarakat tidak lolos seleksi. Khusus untuk wilayah Temon, kerawanan yang tinggi disebabkan karena daerah itu terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Dari awal melalui Bhabinkamtibmas kami memberikan imbauan agar walau berbeda pilihan tetap menjalin silaturahmi. Kami mengajak tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk tidak mudah memprovokasi dan terprovokasi," kata Anggara.

Ia juga mengaku mengingatkan penyelenggara untuk menjaga netralitas dan menjalankan tugas dengan penuh integritas. "Bersama-sama stakeholder terkait untuk bersama ciptakan pilkades yang damai dan sejuk," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa

Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement