Berkeliaran di Jalan Raya, Seekor Kijang Liar Ditangkap Warga

Kijang yang ditangkap warga berada di dalam kandang milik Mulyadi di RT34/RW13, Dusun Nogosari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Rabu (10/10 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
10 Oktober 2018 20:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Seekor kijang ditangkap warga Dusun Nogosari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Rabu (10/10/2018). Saat ditangkap, satwa itu berkeliaran di jalanan, tak jauh dari Balai Desa Pendoworejo yang wilayahnya berbatasan dengan Desa Purwosari.

Seorang warga yang menangkap kijang tersebut, Supriyanto, menuturkan awalnya ia mengantarkan anaknya ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB menggunakan sepeda motor. Namun tiba-tiba muncul kijang dari arah pepohonan menuju ke arahnya. Beruntung, ia bisa mengerem sepeda motor yang dia kendarai, sehingga kijang tersebut tidak tertabrak. Supriyanto bersama sejumlah warga kemudian menangkap kijang tersebut.

Menurut dia, kijang tersebut terus berontak saat ditangkap, termasuk saat warga mengikat kakinya. Setelah berhasil, Supriyanto memasukkan kijang itu ke dalam karung, dan membawa ke rumahnya. Dia menempatkan kijang di kandang kambing adiknya, Mulyadi, yang berada di RT34/RW13, Dusun Nogosari. "Petugas dari Puskeswan Girimulyo sudah memeriksa kondisi kesehatan kijang. Untuk sementara kijang masih saya rawat," ujarnya, Rabu.

Kepala Desa Pendoworejo, Budiman, mengungkapkan, di desanya jarang terlihat adanya rusa atau kijang. Hewan tersebut kerap terlihat di wilayah hutan sekitar Umbul Kayangan. Ia memperkirakan kijang sampai di sekitar permukiman warga karena musim kemarau menyebabkan hewan mamalia itu kehabisan makanan kemudian turun ke permukiman.

Ia berharap apabila warga menemukan lagi hewan liar jenis apapun agar melaporkannya ke Balai Konservasi Hewan agar hewan tersebut mendapatkan perlindungan dan pengembalian ke habitat asalnya.

Dokter Hewan Puskeswan Girimulyo, Yuriyati, menyebutkan kijang yang ditangkap warga itu berjenis kelamin jantan dan dimungkinkan stres karena berada di luar habitat aslinya dan tak terbiasa berada di tengah keramaian warga. Saat diperiksa, terdapat sejumlah luka di bagian punggung dan sekitar wajah kijang, diperkirakan karena saat ditangkap ia melakukan perlawanan dan menyebabkan ia terbentur benda keras di sekitarnya. "Terjadi penurunan suhu tubuh karena enggan minum dan makan," katanya.

Sebagai penanganan awal, kijang tersebut diberikan tindakan terapi stres, injeksi penambah stamina dan memberikan antiinfeksi. Ia ragu untuk memberikan terlalu banyak injeksi dan penindakan karena kijang tersebut merupakan hewan liar.

Menurut Yuriyati, ia sebelumnya sempat melihat rusa tutul di wilayah Girimulyo, namun di titik berbeda. Ia belum mengetahui pasti habitat kijang itu namun diperkirakan hewan itu berasal dari kawasan hutan di Perbukitan Menoreh.