Pengusaha Muda Harus Manfaatkan Sosmed untuk Berbisnis

Acara bedah buku Digital Instagram Business Roadmap yang digelar di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Jumat (12/10 - 2018).
12 Oktober 2018 19:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Guna mendorong budaya membaca di masyarakat, Balai Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku Digital Instagram Business Roadmap di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Jumat (12/10/2018).

Kepala BPAD DIY, Monika Nur Lastiyani, mengatakan acara ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat lebih gemar membaca. "Kami sudah beberapa kali menggelar acara bedah buku dengan sasaran masyarakat di perdesaan," ucapnya di sela-sela acara, Jumat.

Monika menjelaskan dipilihnya konsep bedah buku dimaksudkan agar masyarakat bisa mendalami buku yang dibedah, dengan kata lain buku tidak hanya sekadar dibaca, tapi juga dipahami secara keseluruhan.

Dia berharap dari dari acara ini, audiens bisa menyerap informasi yang mereka terima untuk kemudian diterapkan ke masyarakat. "Semoga nanti audiens yang datang bisa terinspirasi untuk kemudian membuat karya serupa bahkan lebih bagus," bebernya.

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Akbar Patria, mengatakan buku Digital Instagram Business Roadmap menjabarkan bagaimana tata cara berwirausaha melalui sosial media (sosmed) dalam hal ini Instagram. Dipilihnya Instagram bukan tanpa alasan, sebab saat ini Instagram merupakan sosmed terpopuler sejak beberapa tahun terakhir. Fokus penyajian foto dan video dalam Instagram menjadi faktor penunjang aplikasi ini. "Nah apalagi sekarang sedang tren memanfaatkan sosmed sebagai tempat berjualan, dengan buku ini generasi muda bisa belajar agar menjadi pengusaha muda," katanya.

Acara bedah buku yang berlangsung sejak siang hingga sore hari ini turut dihadiri sejumlah pengisi, salah satunya adalah anggota Komisi D DPRD DIY, Nursasmito. Hadir pula Latief Setiawan selaku penulis buku tersebut.