JPW : Polisi Jangan Takut dengan Kelompok Perusak Properti Sedekah Laut

Ilustrasi sedekah laut - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
15 Oktober 2018 16:50 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Jogja Police Watch (JPW) mendesak kepolisian Bantul mengusut tuntas kasus perusakan properti acara sedekah laut di Pantai Baru, Bantul yang terjadi Jumat (12/10/2018) pekan lalu.

Kadiv Humas Jogja Police Watch Baharuddin Kamba mengatakan polisi tak perlu takut terhadap pelaku penyerangan di Pantai Baru. "Kepolisian tidak perlu takut apalagi kalah atas kelompok-kelompok yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama.

Kasus perusakan properti ini harus diusut tuntas secara adil, profesional dan transparan," tegas Baharuddin Kamba melalui rilis, Senin (15/10/2018).

Seperti diketahui, properti acara sedekah laut alias labuhan yang sejatinya digelar pada Sabtu (13/10/2018) tersebut dirusak oleh segerombolan massa bercadar yang membawa senjata tajam. Seusai merusak properti seperti penjor dan perlengkapan lainnya, gerombolan itu meninggalkan pesan di spanduk yang menyebut tradisi sedekah laut sebagai bentuk budaya syirik.

Baharuddin Kamba mengatakan, dalam pengusutan kasus ini, Mabes Polri di Jakarta perlu turun tangan terutama untuk melakukan supervisi atau pengawasan terhadap kerja kepolisian Bantul menangani kasus ini.

"JPW mendesak kepada Mabes Polri untuk turun ke Jogja guna melakukan supervisi atas kasus ini. Hal ini penting agar selain kasus ini tuntas, pelaku juga diproses secara hukum sesuai dengan hukum yang berlaku karena kesamaan di hadapan hukum serta harapannya ke depan kasus serupa agar tidak terulang kembali," kata dia.

JPW kata dia sangat menyayangkan peristiwa tersebut, karena Jogja selama ini dikenal selain sebagai kota budaya juga sebagai kota toleran. Kasus pengerusakan properti sedekah laut menambah daftar panjang kasus kekerasan berlabel agama.

Kasus ini menurutnya tidak perlu terjadi jika mengedepankan cara-cara dialog dalam menghadapi sebuah persoalan perbedaan. (*)