Wow, Dalam Enam Hari, Vredeburg Dikunjungi Lebih dari 15.000 Orang

Edukator Museum Muhammad Rosyid Ridho saat menunjukkan koleksi patung Pangeran Diponegoro yang dipamerkan di luar ruangan, Rabu (17/10/2018). - Harian Jogja/Sunartono
17 Oktober 2018 14:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam waktu enam hari gelaran Vredeburg Fair 2018, tercatat ada 15.300 orang mengunjungi Museum Benteng Vredeburg. Jumlah itu diklaim meningkat tiga kali lipat ketimbang hari-hari biasa.

Edukator Museum Benteng Vredeburg yang juga ketua Panitia Vredeburg Fair 2018 Muhammad Rosyid Ridho menjelaskan jumlah pengunjung selama enam hari bersamaan dengan Vredeburg Fair sejak 12-17 Oktober tercatat 15.300 orang. Para pengunjung, kata dia, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi, dan Kalimantan.

Rosyid mengatakan, selama gelaran Vredeburg Fair, setiap pengunjung diminta untuk menuliskan identitas asal mereka. "Kebetulan selama enam hari itu bea masuk museum kami gratiskan," katanya, Rabu (17/10)

Dia mengklaim capaian angka pengunjung selama enam hari gelaran Vredeburg Fair 2018 itu meningkat tiga kali lipat ketimbang hari-hari biasa yang hanya mencapai sekitar sebanyak 5.000 orang. Selain itu selama pameran itu pula museum dibuka dari pukul 07.30 WIB hingga 21.00 WIB. Lokasi museum yang berada di kawasan Titik Nol Kilometer, membuat kunjungan malam hari tergolong cukup tinggi. "Bahkan ini menjadi wisata alternatif di malam hari di Jogja ketika kami membuka selama enam hari terakhir. Karena wisata malam yang sifatnya temporer sangat kurang," ujarnya.

Pihaknya memamerkan sejumlah koleksi secara outdoor yang dikemas dalam Taman Pemberani di area museum. Taman itu merupakan taman buatan dengan konsep yang saat ini tengah booming, yakni berupa patung delapan pahlawan nasional yang dinilai pemberani, antara lain, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Muhammad Hatta, Panglima Sudirman, RA Kartini, Soekarno, Jenderal Ahmad Yani.

Pemasangan dan pemilihan patung pahlawan itu, kata dia, ditetapkan tidak dengan begitu saja, melainkan lewat proses kuratorial dengan harapan masyarakat dapat mewarisi keberaniannya. Patung itu dalam keseharian disimpan di storage (tempat penyimpanan lokasi) Museum Benteng Vredeburg.

Kini, kendati koleksi patung-patung itu dipamerkan dan dipajang di luar ruangan, namun ia menjamin keamanan koleksi tersebut agar tidak rusak maupun hilang. "Para pahlawan ini memiliki keberanian luar biasa, mereka mendobrak tradisi yang tidak biasanya, tetapi perubahan itu memberikan sebuah peningkatan kualitas," katanya.

Vredeburg Fair 2018, kata dia, juga diikuti puluhan museum dari dalam dan luar DIY dengan memerkan sejumlah koleksi di stan mereka. Dalam penutupan Vredeburg Fair yang digelar, Rabu (17/10) pihaknya juga me-launching tema Vredeburg Fair 2019, yakni Prestasi Tanpa Batas.

Sebelumnya, Plt Kepala Museum Benteng Vredeburg Zaimul Azzah menyatakan pengelola museum era saat ini tidak bisa hanya sekedar mengandalkan koleksi yang dipamerkan di museum saja. Cara-cara konvensional itu tidak dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke suatu musem, sehingga pengelola harus kreatif menggelar beragam program dan event untuk menarik minat masyarakat. "Nggak bisa [hanya mengandalkan koleksi], kita memang harus berfikir tidak bisa hanya mengandalkan koleksi," kata dia di sela-sela serasehan temu komunitas museum di Benteng Vredeburg Selasa (16/10).