Hujan Mulai Turun, Perajin Genting di Kokap Kurangi Jumlah Produksi

Seorang perajin di Dusun Selo Timur RT 60/17, Desa Hargorejo, menyusun genting yang masih basah di rak penyimpanan, Selasa (6/11/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
07 November 2018 13:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah perajin genting di Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, mulai mengurangi jumlah produksi genting. Penyebabnya, dalam beberapa hari terakhir perajin mulai terkendala pengeringan sebagai dampak mendung dan hujan yang mulai turun.

Seorang perajin genting Dusun Selo Timur RT 60/17, Desa Hargorejo, Sri Lestari, mengungkapkan usaha genting yang dijalaninya menggantungkan tahapan pengeringan dengan menggunakan panas Matahari, sehingga saat ini tenaga penjemuran terpaksa diliburkan. “Saat cuaca masih panas, tiap hari kami bisa menjemur genting sampai sore. Kalau sudah ada mendung dan mulai turun hujan seperti saat ini pengeringan tidak menentu," ujarnya, Selasa (6/11/2018).

Ia mengungkapkan para perajin memanfaatkan musim kemarau untuk menggenjot produksi genting semaksimal mungkin. Saat terik Matahari mencukupi, setiap hari perajin bisa menjemur genting. Dalam waktu dua hari penjemuran, genting telah kering dan siap dibakar. “Untuk produksi di musim penghujan tidak bisa diperhitungkan,” kata dia.

Perajin lainnya, Sulasmi, menuturkan apabila sudah selesai dibakar biasanya genting dari tobong langsung dijual. Dalam jangka waktu sebulan perajin mampu memproduksi genting sebanyak 8.000 hingga 14.000 buah, tergantung kapasitas tobong pembakaran. Satu genting dijual Rp11.000. Menurut dia, pemasaran genting tidak susah, apalagi seiring dengan tingginya proyek perumahan yang berlangsung di sejumlah tempat.

Khusus untuk perajin genting di Selo Timur terdapat sekitar 26 perajin. Semua produknya yang dihasilkan terjual di tempat. Tingkat kemampuan produksi genting tergantung kapasitas tobong yang dipergunakan untuk pembakaran.