Antisipasi Penyalahgunaan, Puluhan Siswa SD Diedukasi dan Diajak Meracik Obat

Seorang apoteker mengajari para siswa meracik obat dalam kegiatan memperingati World Pharmacist Day atau Hari Apoteker Sedunia yang jatuh pada 25 September 2018 di SD Negeri 4 Wates, Kamis (8/11/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 November 2018 13:15 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 60 siswa Kelas VI SD Negeri 4 Wates dilatih meracik obat dalam peringatan World Pharmacist Day atau Hari Apoteker Sedunia yang jatuh pada 25 September 2018 di gedung sekolah, Kamis (8/11/2018). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kulonprogo ini sebagai upaya pengenalan profesi apoteker sejak dini.

"Kegiatan ini untuk mengedukasi para siswa bagaimana cara menjadi apoteker, salah satunya dengan meracik obat sehingga kelak bisa menumbuhkan semangat para siswa untuk menjadi apoteker yang sebenarnya," ucap Ketua IAI Kulonprogo, Tri Lestari, di sela-sela acara, Kamis.

Dijelaskan Tri para siswa ini diajarkan merasakan bagaimana para apoteker bekerja meramu obat, mulai dari menumbuk, mengemas obat puyer serta memasukan obat ke dalam pil. Itu semua dilakukan dengan pengawasan para apoteker asli. "Kami juga ajarkan bagaimana menulis resep obat dengan etiket. Juga kami ajarkan membedakan etiket untuk obat dalam dan obat luar," ujarnya.

Tri mengatakan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan. IAI bakal menggelar kegiatan serupa di sekolah lain. "Ada kemungkinan kegiatan ini berlanjut, jadi tidak hanya di satu sekolah saja," ujarnya.

Selain mengenalkan profesi apoteker melalui tata cara meracik obat kegiatan ini juga sebagai media sosialisasi ihwal antisipasi penggunaan obat yang tidak benar. Para siswa mendapat pembinaan agar paham bahwa jika sakit jangan takut minum obat. Selain itu minum obat juga harus didampingi orang tua. "Ada juga imbauan agar jangan sembarang menerima obat dari orang asing serta pemahaman bahwa obat itu bukanlah permen," kata Tri.

Kepala SD Negeri 4 Wates, Sri Sugiarti, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya acara seperti ini bisa menambah pengetahuan bagi para siswa serta guru dan karyawan yang turut hadir. "Yang pasti siswa sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini, mereka semangat karena dapat pengetahuan dan wawasan baru. Kami yang mendampingi juga mendapat ilmu baru, khususnya soal bermacam obat," ujarnya.

Salah seorang siswa yang ikut dalam kegiatan ini, Athiyyah Khaisyura Auliya, 12, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ia semakin mantab untuk bercita-cita menjadi seorang apoteker. "Ya makin kepingin jadi apoteker. Kami jadi tahu banyak jenis obat dan bagaimana cara membuatnya," kata dia.

Hal senanda juga diungkapkan rekan Athiyyah, Wikan Witantri, 12. Dia mengatakan dengan mengikuti kegiatan ini dirinya bisa tahu cara meracik obat dan bagaimana menggunakan obat yang baik dan benar.