Ratusan Bregada Kraton Jogja Dikirab

Sejumlah bregada saat Gelar Bregada Keprajuritan Kraton Jogja di Alun-Alun Selatan, Jogja, Minggu (17/11/2018). - Istimewa
20 November 2018 21:20 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan orang yang tergabung dalam 10 kelompok bregada keprajuritan dikirab, Minggu (17/11/2018). Kirab bregada bertajuk Gelar Bregada Keprajuritan Kraton Jogja tersebut dimulai dari kompleks Pracimasono menuju Jalan Rotowijayan, melewati Jalan Ngasem, kemudian ke Jalan Ngadisuryan dan berujung pada upacara di Alun-Alun Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan Gelar Bregada Keprajuritan Keraton Jogja diikuti 500 orang yang terdiri dari Prajurit Wirobrojo (Lombok Abang), Prajurit Daeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jogo Karyo, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Nyutro, Prajurit Ketanggung, Prajurit Mantrijero, Prajurit Bugis dan Prajurit Surokarso. Acara itu diharapkan bisa jadi salah satu upaya dalam pelestarian kebudayaan tradisional. “Selain itu juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di DIY baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” katanya melalui siaran pers yang diterima Harianjogja.com, Selasa (20/11/2018).

Aris mengatakan Gelar Bregada Keprajuritan Keraton Jogja tersebut merupakan acara tahunan yang sudah dijadwalkan pada kalender pariwisata Dinas Pariwisata DIY. Tahun ini, kata dia, event tersebut sudah yang keempat kalinya digelar.

Setiap bregada keprajuritan tersebut, kata dia, punya tugas yang berbeda, seperti Bregada Mantrijero bertugas mengawal Jumenengan di Siti Hinggil. Sedangkan Prajurit Bugis bertugas dalam menjaga gerbang Taruno Suro dan Jogo Suro; dan Pasukan Surokarso menjaga Gerbang Nirboyo dan Jogo Boyo.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu kerabat Kraton Jogja, GBPH Yudhaningrat mengatakan pelaksanaan upacara bregada itu merupakan upacara gladi bersih pada persiapan acara Grebeg Maulid yang diadakan Kraton Jogja. “Pelaksanaan tahun berikutnya dapat mengenalkan kepada pengunjung mengenai tujuan dan strategi para prajurit dalam mempertahankan keamanan dan kejayaan Kraton Jogja sehingga lebih menarik dan menjadi sebuah acara tontonan yang menarik bagi wisatawan” ujar dia.