Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Beberapa peserta membuat detergen ramah lingkungan dalam kegiatan pelatihan pembuatan detergen di Dusun Kopat, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Minggu (2/12/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Organisasi Satu Desa Satu Enterpreneur (Sadesae) mengadakan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan untuk puluhan ibu rumah tangga di Dusun Kopat, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Minggu (2/12/2018).
Koordinator pelatihan, Sulistyo Ernawan, mengatakan dipilihnya detergen sebagai behan pelatihan lantaran konsumsi detergen yang dialokasikan untuk kebutuhan mencuci pakaian tergolong tinggi di rumah tangga. Pengeluaran yang dikucurkan untuk kebutuhan mencuci tersebut cukup besar.
Per bulan, kata Sulistyo, masing-masing rumah tangga mengeluarkan uang Rp50.000 sampai Rp100.000 untuk kebutuhan membeli detergen guna mencuci pakaian. Apalagi bila dalam sebuah keluarga memiliki banyak anggota keluarga, tentunya hitung-hitungan tersebut tak lagi berlaku.
"Atas hal itu kami coba menanggulanginya dengan mengadakan pelatihan ini. Diharapkan kegiatan ini bisa membantu ibu-ibu rumah tangga untuk mengirit pengeluaran khususnya dalam membeli detergen," ucap Sulistyo seusai kegiatan, Minggu.
Sulistyo mengatakan detergen yang dibuat untuk pelatihan ini berbeda dengan detergen yang banyak dijumpai di pasaran. Dia mengklaim detergen ini lebih ramah lingkungan lantaran takaran bahan baku yang berbeda sehingga sisa cucian detergen bila dicampur air bisa menjadi pupuk untuk tanaman karena mengandung fosfat. Selain melatih membuat detergen, ibu-ibu rumah tangga tersebut juga dibina mengembangkan produk detergen ramah lingkungan ini untuk dijadikan usaha. "Apabila para peserta pelatihan ingin membuat kelompok usaha untuk memproduksi detergen ramah lingkungan ini maka kami siap membantu," ujar Sulistyo.
"Jadi ini tujuan kami selain memberi pelatihan, juga menginformasikan bahan detergen ini bisa dibeli di mana. Kemudian akan kami dampingi apabila ada yang ingin mencoba memproduksi detergen untuk diperjualbelikan," katanya.
Salah seorang peserta pelatihan, Sri Mulyati, mengaku pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat. Dia mengatakan dalam sebulan harus mengeluarkan uang lebih dari Rp60.000 untuk membeli detergen, sehingga dengan membuat detergen sendiri, bisa menghemat pengeluarannya. "Lumayan, uangnya bisa disimpan untuk kebutuhan lain. Ibu rumah tangga harus pandai mengelola keuangan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
IHSG turun lebih dari 4 persen, Menkeu Purbaya yakin fundamental ekonomi kuat cukup menopang pasar saham Indonesia.
Silmy Karim jadi tersangka KPK. Intip LHKPN terbaru, koleksi mobil mewah dan klasik hingga aset ratusan miliar.
Jalan Kelok 23 sisi Bantul sudah 100 persen selesai. Akses penuh ditarget 2027, dilengkapi rest area dengan panorama laut.
DPR desak perbaikan tata kelola BGN usai kasus korupsi MBG. Dugaan mark up pengadaan capai triliunan rupiah.
Rupiah melemah ke Rp18.000 per dolar AS, BI tingkatkan intervensi pasar valas dan perkuat kebijakan moneter.