Talut Kali Code Longsor, Warga Mengungsi

Warga mengambil barang-barang dari bangunan yang ambrol akibat jebolnya tanggul Kali Code di daerah Prawirodirjan, Gondomanan, Jogja, Rabu (5/12/2018). - Harian Jogja/Galih Yoga Wicaksono (M125).
05 Desember 2018 18:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Longsornya taluT sungai di Kali Code, Rabu (5/12/2018) pagi, menyebabkan bagian rumah warga ikut ambrol. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja mengingatkan agar warga bantaran kali tetap waspada. Pasalnya, potensi longsor yang sama bisa terjadi do semua sungai yang mengaliri Kota Jogja.

Talut Kali Code setinggi enam meter sepanjang 70 meter ambrol akibat tidak kuat menahan air hujan dan lajunya air Kali Code. Ambrolnya talut di RT 59 RW 18, Prawirodirjan, Gondomanan, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Selain menggerus lantai tujuh rumah warga, ambrolnya talut juga merusak Balai RW 18 dan bangunan MCK warga sekitar.

Ketujuh pemilik rumah yang rusak, untuk sementara mengungsi ke tempat yang aman. Rumah warga terdampak masing-masing Gondo Bayu Asmoro, 45, (4 jiwa), Kahono, 51 (3 jiwa), Suparmi, 48 (2 jiwa), Sukandar, 61 (2 jiwa), Kasim, 82 (1 jiwa), Wasino, 85 (2 jiwa), dan Murwani, 71 (5 jiwa). Total yang mengungsi sementara di rumah tetangga berjumlah 19 jiwa, terdiri 3 anak-anak dan 5 lansia, 8 perempuan dan 11 laki-laki.

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Penyebabnya hujan dan banjir. Kerugian belum dihitung. Kami berharap seluruh warga di bantaran sungai untuk waspada selama musim hujan ini," kata Kepala BPBD Jogja Hari Wahyudi.

Salah satu korban pasangan suami istri (Pasutri), Sumiyati, 59, dan Sukandar, 61, warga RT 59 RW 18 Prawirodirjan Gondomanan mengaku saat ini tidak bisa menempati rumahnya. Alasannya, tempat tinggalnya saat ini tidak bisa ditinggali karena dinilai membahayakan. "Ya tidak pernah menyangka kalau talutnya bisa ambrol. Soalnya tidak ada hujan, tapi arus air tiba-tiba deras," katanya.

Naiknya arus Kali Code pagi itu disertai suara gemuruh. Suara tersebut berasal dari gerusan talut yang perlahan-lahan ambrol. Mendengar suara gemuruh itu, warga yang ada di dalam rumah langsung keluar melarikan diri. "Sejak dibangun sekitar tahun 1975, baru kali ini talut Kali Code di sini bisa ambrol," kata Ketua RW 18 Prawirodirjan Wikan Eko Pramuji.

Selain rumah Sumiyati, terdapat enam rumah warga lainnya yang ikut rusak. Bahkan ambrolnya talut juga berdampak pada fasilitas umum seperti Balai Pertemuan RW dan juga MCK.

Kondisi seluruh bangunan, kata Wikan, mengkhawatirkan sehingga untuk sementara tidak ditinggali. "Untuk sementara warga terdampak mengungsi di tetangga atau rumah keluarganya," katanya.