Penabrak Terduga Pelaku Klithih Hingga Tewas, Belum Datang ke Pihak Keluarga

Lokasi tewasnya terduga pelaku klithih di Seyegan, Sleman. - Ist
08 Desember 2018 17:50 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Keluarga terduga pelaku kejahatan jalanan alias klithih yang tewas ditabrak oleh korbannya sendiri di Seyegan, Sleman pada Jumat (7/12/2018) dini hari menyerahkan segala proses hukum ke tangan polisi.

"Dari pihak keluarga, saya percaya kepada pihak kepolisian untuk penyelesaian kasus ini, kami juga tidah tahu prosedurnya seperti apa," kata Santoso, 44, ayah dari RTP, 16, salah satu terduga pelaku penyerangan mobil di jalanan yang tewas di lokasi, Sabtu (8/12/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan siap jika harus dipanggil oleh kepolisian untuk memberikan keterangan terkait dengan proses penyelesaian peristiwa yang menewaskan anak ketiganya tersebut.

"Namun, sampai saat ini, belum ada panggilan dari pihak kepolisian," ucapnya.

Ia mengungkapkan, sebelum peristiwa itu, anaknya pamit untuk pergi bermain ke rumah temannya sekitar pukul 21.00 WIB pada Kamis (6/12/2018).

"Waktu Jumat pagi sekitar pukul 05.30, saya mendengar kabar bahwa anak saya kecelakaan dan meninggal," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pihak pemilik mobil yang menabrak anaknya sampai saat ini belum datang kerumahnya.

Kanit Laka Polres Sleman, Iptu Rahandy Gusti mengatakan, saat ini kasus yang menewaskan dua pengendara motor Honda Scoopy tersebut sudah ditangani oleh Polres Sleman.

"Sudah diambil alih Polres Sleman," katanya kepada Harianjogja.com.

Sebelumnya diberitakan, dua orang terduga pelaku penyerangan mobil dengan modus pecah kaca tewas di lokasi seusai ditabrak oleh korban alias pengemudi mobil yang mereka serang pada Jumat di depan Puskesmas Seyegan sekitar pukul 02.15 WIB.

Kapolsek Seyegan Kompol Masnoto menjelaskan kejadian tersebut bermula saat korban Nur Irawan, 33, seorang penjual ayam, warga Mriyan, Margomulyo, Seyegan, yang saat kejadian sedang bersama istrinya, Etika Dwi Novisari, 29, sedang mengemudi mobil Mitsubishi Colt T 120s SS nomor polisi R 1913 VE hendak berjalan ke arah timur ke daerah Ketingan, Mlati untuk memotong ayam.

Namun, dalam perjalanannya menuju Ketingan, tepatnya di pertigaan depan Kecamatan Mlati, mobil korban berpapasan dengan sepeda motor Honda Scoopy milik pelaku penyerangan yang saat itu berboncengan. Tiba-tiba salah satu dari mereka memukul kaca depan mobil dengan sebuah stik besi berwarna silver yang mengakibatkan kaca mobil pecah.

"Mengetahui hal tersebut, pengemudi mobil berbalik arah dan mengejar pengendara motor tersebut," ucap Kapolsek.

Ketika sampai di perempatan Seyegan, lanjut Kapolsek, salah satu dari dua penyerang mobil sempat melontarkan kata-kata mengancam kalau akan membunuh dengan mengacungkan stik tongkat warna silver.

Kemudian pengendara mobil terus mengejar hingga di depan Puskesmas Seyegan dan terjadi tabrakan yang mengakibatkan dua pengendara motor meninggal di lokasi.

"Akibat kerasnya benturan, mobil milik korban hingga terbalik," ujar Kapolsek.