Sekda Bantul Siap Tertibkan ASN Tak Netral Jelang Pilpres

Ilustrasi Pemilu 2019 - JIBI
10 Desember 2018 08:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis menyatakan mendisiplinkan aparatur sipil negara (ASN) menjadi perioritas utama pada masa tugasnya mengingat saat ini menghadapi Pemilu 2019 mendatang. ASN harus netral dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

"Untuk kegiatan ke depan hal-hal yang menjadi perioritas adalah meningkatkan disiplin dan menjaga netralitas ASN menjelang gelar hajat nasional pemilihan umum," kata Helmi, Sabtu (8/12/2018).

Selain menertikan ASN, meningkatkan kerjasama antar organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bantul, juga menjadi tugas Helmi yang sudah ditekankan oleh Bupati Bantul Suharsono.

Suharsono meminta Sekda ikut memantau ASN Bantul. "ASN dilarang mendukung salah satu calon, harus netral," ujar Suharsono.

Selain Disiplin ASN, Suharsono juga berpesan kepada Sekda melakukan upaya penyeimangan antara peningkatan kesejahteraan ASN dan sanksi. Serta memanfaatkan semua potensi ASN dengan prinsip birokrasi cepat, akurat, dan tepat.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul Supardi mengatakan jelang pilpres dan pileg, potensi keterlibatan ASN cukup rawan. Meski tidak terlibat langsung, kata dia, biasanya ASN melalui media sosial memerikan komentar atau tanda suka terhadap calon tertentu.

Meski lembaganya belum menemukan pelanggaran namun patut menjadi atensi supaya netralitas ASN dalam pemilu tetap terjaga. "Kami juga ada tim khusus untuk menelusuri pelanggaran, termauk pelanggaran di media sosial," kata Supardi.

Pihaknya juga mempersilahkan masyarakat untuk melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Saat ini pelanggaran yang sedang diusut Bawaslu adalah dugaan politik uang. Namun Supardi enggan menjelaskan karena dugaan tersebut masih sebatas informasi yang perlu ditelusuri. Selain dugaan politik uang pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye juga terus ditertibkan.

Diketahui tahapan pemilu 2019 saat ini sudah tinggal menghitung bulan. Sejumlah peralatan untuk pencoblosan sudah diterima KPU Bantul, mulai dari kotak suara dan bilik suara dari karton, tinta, sampul untuk berita acara. Selain itu KPU Bantul juga menyiapkan pengadaan alat pencoblosan seperti bantalan dan alat coblos.