Sering Bertengkar Gara-Gara HP dan Medsos, Ribuan Pasutri di Sleman Pilih Cerai

Ilustrasi perceraian - ist/divorceandmoneymatters
10 Januari 2019 09:50 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ribuan pasangan suami istri di Sleman bercerai karena pertengkaran atau perselisihan.

Faktor tertinggi penyebab terjadinya perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kabupaten Sleman selama 2018 mayoritas dikarenakan persilihan dan pertengkaran terus menerus dengan mencapai angka 1.376.

Sedangkan faktor ekonomi menempati urutan kedua sebanyak 112, dan faktor meninggalkan salah satu pihak bertengger di peringkat ketiga dengan mencapai angka 98.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kabupaten Sleman, Titik Handriyani, mengatakan persilisihan dan pertengkaran terus menerus antara suami istri cenderung tidak akan harmonis. "Karena sering keluar malam si istri atau suami akhirnya jadi berselisih, kemudian suami atau istri sering main handphone [HP] terus juga bisa menjadikan hubungan tidak harmonis," kata Titik kepada Harianjogja.com, Rabu (9/1/2019).

Titik juga mengatakan jika faktor penyebab perceraian di Sleman juga ada yang berasal dari media sosial. Namun dia tidak punya datanya secara mendetail. "Itu sebenarnya masuk ke faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus," kata Titik.

Adapun faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) jumlahnya hanya ada delapan kasus selama 2018.