Jumlah Wisatawan Tidak Mencapai Target, Wisata Gunungkidul Tak Lagi Nge-hits?

Suasana Pantai Baron, Minggu (24/6/2018). - Ist/Satlinmas Rescue Istimewa Wil II Gunungkidul
10 Januari 2019 07:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Edi Susilo menyoroti capaian pendapatan asli daerah (PAD) wisata di 2018 yang tak memenuhi target. Ia pun berharap hal ini menjadi bahan evaluasi untuk capaian kinerja serta pengembangan sektor kepariwisataan yang lebih baik lagi.

“Harus jadi alaram peringatan dan jangan sampai terulang kembali. Ya kalau terus begini, pengembangan wisata Gunungkidul bisa berjalan mundur,” kata Edi, Rabu (9/1/2019).

Edi menuturkan, bencana alam dan gelombang tinggi dijadikan dalih oleh pemerintah terkait dengan tidak tercapainya target PAD. Namun demikian, ia melihat hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Sebagai gambaran, di Bantul PAD-nya bisa melebihi target, di mana dari sisi potensi juga masih mengandalkan wisata pantai sebagai daya tarik di sektor kepariwisataan.

“Harusnya kita juga bisa melebihi target, tapi hingga akhir tahun malah tidak tercapai,” ungkapnya.

Terlepas adanya dampak dari bencana alam dan gelombang tinggi, Edi menuturkan ada beberapa penyebab yang membuat PAD wisata tak terpenuhi. Menurut dia, penyebab pertama dikarenakan masih tingginya potensi kebocoran retribusi sehingga perlu dilakukan penertiban.

“Harus ada penertiban retribusi. Selain itu, juga perlu adanya penghargaan bagi petugas retribusi yang memiliki kinerja baik sehingga dapat memberikan motivasi dalam menunaikan tugas sehari-hari,” katanya.

Selain itu, target PAD wisata tidak tercapai karena kurangnya inovasi dalam pengembangan destinasi. Menurut Edi, terobosan dalam wisata sangat diperlukan agar menambah daya tarik dan wisatawan tidak akan bosan pada saat berkunjung.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi wisata non pantai. Pengembangan ini, sambung dia, tidak hanya sebagai upaya memperkaya pilihan kunjungan wisatawan, tapi juga sebagai cara melakukan pemerataan destinasi wisata ke seluruh wilayah Gunungkidul.

“Potensi kita banyak, tapi belum digarap secara maksimal. Saya yakin kalau dilakukan sentuhan yang inovatif maka keberadaannya tetap diminati wisatawan,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono mengatakan, untuk 2018 target PAD dari retribusi wisata tidak memenuhi target. Pasalnya dari target kunjungan sebanyak 3,5 juta pengunjung hanya terpenuhi 3,04 juta pengunjung. Hal ini pun berdampak terhadap pendapatan daerah karena dari target Rp28 miliar terpenuhi sebesar Rp24,2 miliar.

Menurut Hary, pihaknya telah melakukan evaluasi dan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi wisata yang ada serta terus berupaya membuka destinasi wisata baru. “Kita akan terus berusaha agar target di 2019 bisa tercapai,” katanya.