Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi petani di desa/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapatkan penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Terluar (Kemendes PDTT) sebagai daerah terbaik dalam tata kelola Program Inovasi Desa. Penghargaan ini diberikan karena dalam pelaksaannya memegang penuh prinsip transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko, mengatakan mengaku bangga dengan penghargaan sebagai kabupaten terbaik untuk Program Inovasi Desa. Menurut dia penghargaan diberikan kepada enam kabupaten terbaik di Indonesia. “Gunungkidul menjadi nomor satu,” kata Sujoko kepada wartawan, Jumat (5/7/2019).
Menurut dia, di dalam penilaian berdasarkan kriteria dari Inspektorat Jenderal yang meliputi penyerapan anggaran Progam Inovasi Desa, transaransi dan akuntabilitas dalam pelaporan serta kinerja dari Tim Inovasi Kabupaten. “Dari indikator ini Pemkab Gunungkidul memperoleh nilai terbaik dan berhak mendapatkan penghargaan dari Kemendes PDTT,” tuturnya.
Menurut dia, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja yang dilakukan. Dia pun ingin agar penghargaan itu dijadikan sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja.
Selain pemberian penghargaan juga digelar workshop Pengawasan Program Inovasi Desa. Diharapkan dengan workshop ini dapat memberikan informasi tentang akuntabilitas pengelolaan dalam inovasi, capaian kinerja kinerja hingga upaya menggali potensi yang ada di desa.
“Tujuannya agar masyarakat dapat lebih memahami ilmu dan skill yang diperlukan. Salah satunya untuk mengolah kekayaan dan potensi yang ada di desa dengan terobosan-terobosan baru dan bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengapresiasi raihan prestasi dalam Program Inovasi Desa. Menurut dia, keberhasilan ini berkat kerjasama semua pihak sehingga prestasi yang membanggakan ini dapat diraih. “Harapannya melalui program ini akan tumbuh inovasi dan kreativitas oleh desa pada bidang infrastruktur, kewirausahaan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) sehingga potensi yang dimiliki dapat lebih optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Kebakaran TPA Jatiwaringin sulit dipadamkan karena mirip gambut. KLH kerahkan drone, Manggala Agni, dan TMC.
Said Iqbal turun langsung telusuri isu PHK di Tokopedia dan TikTok, pemerintah utamakan dialog dan perlindungan pekerja.
BI DIY gelar QJI x JRF 2026 di Jogja untuk dorong QRIS, UMKM, dan kecintaan generasi muda terhadap Rupiah.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang ditangani dengan TMC, water bombing, dan metode inject untuk padamkan api bawah tanah.
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.