Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Pembuangan sampah di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pembangunan Tempat Sampah Terpadu (TPST) di Desa Plumbon, Kecamatan Temon, dinilai masih berupa wacana. Pasalnya, sampai hari ini, pemerintah desa maupun warga belum mendapatkan sosialisasi perihal pembangunan tersebut.
Kepala Desa Plumbon, Budi Bawoto mengatakan kabar terkait rencana pembangunan TPST di desanya memang cukup santer terdengar beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya belum mendapat kejelasan valid perihal kabar tersebut.
"Iya memang benar ada kabar seperti itu, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan di kami, warga juga belum dapat sosialisasi sama sekali," kata Budi lewat sambungan telepon kepada Harianjogja.com, Kamis (18/7/2019).
Budi mengatakan rencana pembangunan TPST itu juga sudah sampai ke telinga sebagian warganya. Menurutnya warga menyatakan menolak dengan pembangunan ini karena takut akan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
"Salah satunya soal bau, mereka tidak mau ada pembangunan di sini, tapi menurut saya penolakan terjadi karena belum ada sosialisasi, terkait dampaknya seperti apa, dan penanganan nanti kaya gimana," ujarnya.
Pemerintah desa kata Budi, secara prinsip akan mengikuti aturan yang ada. Namun, suara warga tetap diutamakan. Dia mengharapkan, otoritas terkait bisa segera memberi kepastian jadi tidaknya TPST tersebut dibangun, agar tidak menimbulkan kegaduhan.
Sementara itu, salah satu warga Desa Plumbon, Khafid, 25, mengaku belum mengetahui kabar adanya rencana pembangunan TPST tersebut. Jika informasi ini benar, dia menyatakan atas setujui atas pembangunan itu. Dia khawatir jika ada TPST bakal berdampak negatif terhadap lingkungan. "Saya malah belum tau itu, semoga saja cuma kabar angin doang, karena saya sendiri kurang setuju," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala UPT Persampahan, Air limbah dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Toni, mengatakan untuk menanggulangi masalah sampah bandara yang menumpuk di TPAS Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Pemkab Kulonprogo telah mewacanakan pembangunan TPST di Desa Plumbon, Kecamatan Temon.
TPST yang rencananya akan memiliki luas mencapai tiga hektare itu diproyeksikan menjadi lokasi pembuangan sampah khusus bandara dan Kota Aerotropolis. "Rencananya itu [TPST Plumbon] khusus untuk sampah bandara, dan tidak masuk di sini [TPA Banyuroto]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.