Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, BANTUL- Usulan Pemkab Bantul dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul soal anggaran pengawas pemilihan kepala desa (Pilkades) tidak disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebelumnya dalam pembahasan perubahan Perda No.8/2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa, diusulkan adanya pengawas pilkades.
“Mau menambahkan ketentuan Panwas [panitia pengawas] desa tapi oleh Kemendagri tidak diizinkan dengan alasan menyalahi ketentuan. Pengawasan menjadi tugas panitia,” kata Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Kurniantoro, saat ditemui di Komplek Kantor Bupati Bantul, Senin (19/8/2019).
Toro-sapaan akrabnya mengatakan panitia pilkades bertanggung jawab dalam penyelenggaraan jalannya pilkades sekaligus menjadi pengawas setiap pelanggaran yang terjadi selama proses pilkades. Menurut dia, jika terjadi pelanggaran maka panitia yang menyelesaikan. Ketika panitia tidak berhasil menyelesaikan sengketa pilkades, penelesaian sengketa diselesaikan di tingkat kabupaten.
“Ada tim khusus pengawasan pilkades tingkat kabupaten. Kalau tidak selesai maka sengketa masuk ranah Pengadilan tata Usaha Negara,” ujar Toro.
Selain tidak adanya anggaran pengawasan, dalam Perda tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa juga tidak lagi mengakomodirtambahan anggaran pilkades bagi desa yang calonnya lebih dari lima orang. Dalam perda sebelumnya, desa yang terdapat calonnya lebih dari lima orang mendapat tambahan anggaran seleksi sebesar Rp20 juta per desa.
Menurut Toro, anggaran Pilkades saat ini murni sesuai dengan jumlah daftar calon pemilih tetap (DCT) dengan nilai Rp25.000 per DCT. Semua proses pilkades dari mulai pendafratan, penyaringan bakal calon, kampanye, hingga proses pemilihan, anggarannya tetap satu sumber dari anggaran DCT.
Akibat adanya pengurangan sejumlah pos anggaran, maka anggaran Pilkades serentak 2020 terancam dikurangi. Namun pengurangan itu, diakui Toro, juga tidak terlalu besar. Anggaran pilkades serentak 2020 yang diusulkan sebanyak Rp6,1 miliar.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Herus Sudibyo menilai perubahan Perda No.8/2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa sudah ideal. Ia tidak mempersoalkan soal pengawasan pilkades. Menurut dia, yang terpenting adalah adanya penyelenggara dan pengawasa meski masih menjadi ranah panitia pilkades.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 31 Oktober 2026 tersedia 6 kali sehari. Cek jadwal pulang-pergi dan tarif Rp12.000.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 31 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek jam dan tarifnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 31 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan, kedatangan, dan rute kereta.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.